Jumat, 28 Juli 2017

Lorong

Hari ini, seperti kemarin
Aku berjalan di lorong yang sepi
Tapi aku sangat senang
Lorong cokelat... !!!

Selasa, 25 Juli 2017

Materi Flash Fiction

🌻 Resume sharing Flash Fiction🌻

Narasumber : Mbak Carolina Ratri
(www.carolinaratri.com)

📆 Sabtu, Pukul 11 sd 12.30

Flash fiction, awalnya saya kira flashfiction adalah  "sekedar" menuliskan beberapa ( 6 sd 1000) kata sehingga menjadi sebuah cerita bermakna.

Nyatanya, apa yang saya pikirkan ini terlalu "sederhana". Flash fiction jauh lebih menarik daripada itu.

Di awal diskusi, mbak Carra menjelaskan flash fiction adalah jenis tulisan yang berbentuk prosa super pendek dengan panjang kurang dari 1000 kata. Tapi, biasanya tulisan flash fiction tidak lebih dari 500 kata. Karena apabila lebih dari 500 kata, kemungkinan untuk losss focus (kehilangan fokus pada inti cerita) semakin besar. Sedangkan flashfiction itu harus hanya punya satu fokus : *1 adegan, 1 konflik, dan 1 setting waktu*

Tulisan yang saya beri garis tebal adalah aturan baku ff. Jadi, minimal aturan ini harus ada. Misalkan kita menulis cerita dengan dua rentang waktu, itu tidak bisa disebut sebagai ff.

Contoh

"..lima belas tahun kemudian..."

Maka itu tidak termasuk kategori ff, meskipun jumlah katanya kurang dari 1000 kata.

Tapi, kadang, kita perlu menyebutkan satu adegan yang terjadi beberapa lama yang lalu atau ke depan yang ada kaitanya dengan plot. Nah, itu ada teknis penulisan tersendiri.

Seperti juga bentuk prosa lain, ff memiliki unsur yang sama yaitu

*tema, setting, alur, dan karakter*

Jadi, jangan karena singkatnya tulisan, kita  lalu menghilangkan salah satu atau beberapa unsur tersebut. Yang kita harus lakukan adalah menjelaskan karakter tokoh, dengan sekian kata.
Aturan lain adalah, *show dont tell*. Misalkan nih, ketika kita ingin menceritakan bunda intan sebagai seorang dosen.

Maka jangan tulis

"Bunda Intan adalah seorang dosen"

Tapi...

"Bunda Intan keluar dari ruang kuliah, tangan kirinya menenteng tas laptop. Sedangkan sejumlah mahasiswa berbaris di belakangnga. Mereka mau minta bimbingan"

Ketika kita ingin menuliskan ff dengan jumlah kata yang sangat sedikit, maka plot, setting, karakter, ditaruh secara tersirat.

Misalkan :

Judul

LDR

_kuotaku habis setelah kupakai vidiocall ke surga_

Maka

Judul : LDR
setting tempat : di dunia dan surga
waktu : saat ini
tokoh  : aku dan entah siapa di surga
adegan : vidiocall

Ciri lain ff adalah adanya plintiran cerita, atau *twist ending*. Twist ending adalah pembelokan arah jalan cerita, misalkan yang ada di cerita LDR, seharusnya vidiocall itu dilakukan ke sesama yang ada di dunia, tapi ini vidio call ke surga.


contoh lain ff pendek yang lebih dari 7 kata

_Aku tahu, Ayah dan Ibu telah melaporkan hilangnya diriku ke polisi. Hari ini genap 48 jam sudah mereka tak melihatku.

Mereka sudah mencariku ke rumah teman-temanku. Mereka pun sudah menelepon guru kelasku, bertanya mengenai keberadaanku.

Ayah dan Ibu juga sudah datang ke rumah sepupu-sepupuku, untuk melihat barangkali aku main ke sana dan lupa berkabar.

Tapi tidak. Aku tak ada di mana pun. Ibu mulai menangis. Ayah gelisah. Polisi menyebarkan berita kehilanganku.

Entah mengapa mereka lupa, untuk menengok dinding kamarku ini.

Di sini aku asyik bermain di antara bunga-bunga. Aku bebas melompat dan berlari menangkap kupu-kupu biru, oranye, merah dan ungu.

Maaf, Ayah, Ibu. Aku tak akan pernah keluar dari sini. Aku tak bisa melompat dan berlari di atas kursi roda itu.

Kebun bunga di dinding kamarku ini damai dan indah. Aku tak akan pernah keluar dari sini._


Plintiran di dalam ff ini adalah ketika
"aku berada di kebun bunga" Sedangkan kebun bunga adalah lukisan di dinding ruangan. Aku yang dimaksudkan adalah anak yang belum pernah ada.


Tips menulis ff dari mbak Carra bisa di lihat di


http://www.carolinaratri.com/2016/04/tips-menulis-flashfiction.html

http://www.mondayflashfiction.com/2016/05/7-jurus-menulis-flashfiction-secara.html

Kadang bisa loh, satu dua frase itu bisa digantikan oleh 1 kata saja hingga bisa ngirit jumlah kata.

Atau kalimat aktif akan menjadi lebih singkat dan lebih "kena" kalau kita menggunakan kalimat pasif.

contoh nih

_Malangnya Nasibku

ku tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.

Sudah kubayangkan, betapa wajahnya akan begitu semringah saat menerima sebuket bunga yang sudah kupesankan secara online itu.

Disambutnya aku di pintu dengan menggendong buket yang sudah tiba lebih dulu. Ia akan mengerling padaku. Jantungku melompat.

Ia pun berjalan mendekatiku. Perlahan.

Tetap tersenyum.

Aroma tubuhnya yang selalu wangi mulai meraupiku.

Tubuh hangatnya lantas menempel. Tanganku segera menjelajahinya.

Dan bibirnya … mmm ….

Aduh! Aku harus segera pulang!

Segera kumatikan laptop, dan berkemas. Pamit pada teman-teman yang bersebelahan kubikel, dan melesat pulang.

Begini ternyata rasanya jadi pengantin baru.

*

Sesampainya di rumah ….

“Nggak mau! Aku lagi datang bulan!”

Aduh!_




Selamat bersenang-senang dengan ff.

Minggu, 02 Juli 2017

Krupuk Klenteng : Kuliner Khas Bojonegoro

Bojonegoro, sebuah Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur.
Bojonegoro terkenal dengan hasil minyaknya, juga dikenal dengan sebutan bumi angling dharma.

Berbicara tentang Bojonegoro, maka tak lengkap bila tak membahas kuliner khasnya.
Asem-asem daging dan kare ayam adalah hidangan favorit yang biasa saya temui bila sedang mudik ke Bojonegoro.
Soal oleh-oleh, biasanya Ledre menjadi pilihan utama.

Namun tahun ini, saya memilih krupuk klenteng sebagai oleh-oleh untuk kembali ke Surabaya.
Pabrik kerupuk klenteng ini berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 132, Bojonegoro.
Lokasinya berdekatan dengan  Klenteng Hok Swie Bio.






Krupuk klenteng ini juga disebut dengan krupuk BangJo.
Kerupuk BangJoo, sebutan mudah untuk kata abang (merah) dan ijo (hijau). Nama BangJo disebut karena kerupuk ini memang berwarna merah dan hijau, selain tentu saja ada warna lain seperti kuning dan putih.

Bisnis kerupuk klenteng ini adalah bisnis keluarga yang dijalankan secara turun-temurun.
Krupuk ini telah hadir sejak tahun 1929.
Krupuk ini dijual dengan harga Rp 12.500 per 500 gramnya.

Keunggulan krupuk ini adalah sehat dan aman dikonsumsi.
Krupuk ini dibuat tanpa bahan-bahan kimiawi yang berbahaya.

Rasanya lezat dan gurih, cocok untuk disandingkan dengan asem-asem daging ataupu kare ayam khas Bojonegoro.
Bagaimana? Tertarik mencoba?

Jumat, 30 Juni 2017

Mudik Pakai Motor Itu..

Ini adalah perjalanan mudik kelima saya.
Pasca menikah dengan suami, mudik menjadi ritual tahunan bagi saya.
Sebelumnya saya tidak pernah merasakan yang namanya mudik.
Maklum, saya orang surabaya asli yang tak punya kampung halaman.

Mudik tujuan kami adalah Kabupaten Bojonegoro.
Tempat asal orangtua suami.
Mertua memang berdomisili di Surabaya, namun setiap tahun kami selalu mudik bertemu saudara-saudara dari mertua.
Ada tiga tempat tujuan kami ketika mudik ke Bojonegoro yaitu Kedung Adem, Sukowati dan Dander.

Biasanya mudik dengan bus atau menyewa mobil.
Namun kali ini kami mencoba mudik naik motor bersama dua balita kami.
Awalnya khawatir akan keamanannya, namun bila naik kendaraan umum akan lebih merepotkan dan anak-anak menjadi lebih rewel.
Maka kami bertekad naik motor.

Banyak persiapan yang kami lakukan.
Caranya, menitipkan barang-barang kepada kakak ipar yang berangkat duluan.
Kami hanya bawa satu tas yang berisi pospak, p3k dan camilan anak-anak.
Melengakapi anak-anak dengan pakaian panjang, jilbab dan jaket.
Kakak Chacha pun memakai helm, sementara adik Aluna terlindungi dengan gendongan ergo baby yang nyaman.

Rute pertama kami adalah Kedung Adem.
Tempat asal Ibu mertua.
Jarak dari rumah kami sekitar 89 km.
Suami memilih rute berdasarkan google map.
Kami tak lewat jalur utama, lewat jalur alternatif.
Menyusuri sungai berantas dan melewati hutan jati.
Perjalanan yang seru dan menyenangkan.
Anak-anak bersemangat dan menikmati perjalanan.
Suk dengan pemandangan sekitar.
Kami berangakat pukul 13.30 WIB dan sampai pukul 16.00 WIB.
Alhamdulillah sampai tujuan dengan selamat.
Memegang kepala Aluna.
Chacha di tolong orang, bibirnya berdarah.
Saya panik nggak karuan, karena suami lama sadarnya.
Kami di tolong warga sekitar.







Setelah satu jam pasca insiden tersebut, suami mengajak melanjutkan perjalanan.
Kami pergi ke rumah sakit muhammadiyah Lamongan.
Memeriksa kondisi kami.
Aluna terluka di bagian kepala samping, luka berdarah namun darahnya sudah berhenti.
Hanya terdapat benjolan, kata dokter bila saat kejadian tidak muntah dan tidak pingsan, berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Chacha bibirnya terluka dan bengkak.
Saya mengalami ringan di lutut dan keseleo tangan kanan.
Suami yang lumayan parah.
Lutut kanan sobek agak dalam, dada nya sakit terkena stir motor.
Tangan kanannya keseleo.

Setelah selesai diperiksa dan mendapat obat, kami melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah bisa sampai rumah, tepat pukul 22.30 WIB.

Pelajaran yang dapat kami ambil dari peristiwa ini adalah bagaimanapun persiapan kami, memang tidak disarankan melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor.
Apalagi dengan membawa balita.
Semoga ada rejeki bagi kami, agar bisa punya mobil sendiri.
Sehingga tahun depan bisa mudik dengan lebih seru dan menyenangkan.
Semoga..

#CatatanMudik2017
#2

Rabu, 28 Juni 2017

Mudik,,Bawa Apa Aja Ya?!?!

Ini adalah tahun kedua kami mudik dengan dua balita.
Sulung kami,Chacha berusia 4 tahun 2 bulan dan si bungsu, Aluna berusia 1 tahun 3 bulan.
Rute mudik kami adalah Kota Bojonegoro.
Dan kami berencana menghabiskan waktu 5 hari disana.

Kebayang dong, bagaimana ribetnya kami mempersiapkan semuanya.
Apa saja yang kami bawa.
Pertama, kami akan cerita apa saja yang harus kami bawa saat mudik, yaitu :
1. Pakaian
2. Pospak
3. Peralatan mandi
4. Make up
5. P3K
6. Makanan dan minuman
7. Dompet beserta isinya
8. Angpao lebaran
9. Charger
10. Hp
11. Modem
12. Sandal jepit
13. Handuk
14. Perawatan Bayi

Kedua, bagaimana kami mempacking barang-barang tersebut.
Tahun ini kami membawa 5 buah tas.
Satu tas besar yang berwarna jingga itu berisi pakaian.
Tas hijau berisi handuk, peralatan mandi dan sandal jepit.








Tas merah berisi pospak, lmake up, perawatan bayi, P3K, peralatan mandi dan makanan minuman.
Tas kecil warna merah berisi hp, modem, dompet, charger dan angpao lebaran.
Sedangkan tas kecil hello kitty itu adalah milik Chacha.
Tas itu diisi camilan kesukaannya, seperti susu uht, permen dan sosis siap santap.
Oh ya tas itu juga sebagai tempat menaruh angpao lebaran yang diterima Chacha dan Aluna.

Ketiga, kami akan bercerita bagaimana kami membawa tas-tas tersebut.
Mudik dengan dua balita membutuhkan perhatian ekstra.
Oleh karena itu kami meminimalisir tas yang kami bawa.
Caranya, menitipkan dua tas (oranye dan hijau) kepada kakak ipar yang mudik dengan mobil pribadi.
Jadi kami hanya membawa satu tas (merah), tas kecil saya dan Chacha membawa tasnya sendiri.

Nah itu dia cerita singkat tentang barang-barang yang kami bawa saat mudik.
Bagaimana dengan kamu?

#CatatanMudik2017
#1

Jumat, 23 Juni 2017

Bercerita Dengan Boneka Tangan

Reading Time Aluna hari ini sedikit berbeda dengan biasanya.
Kali ini bunda bercerita dengan menggunakan boneka tangan.

Cerita hari ini tentang bebek.
Bebek suka berenang dan memiliki telur yang sangat bergizi lho.






Banyak manfaat yang bisa di dapat dengan bercerita menggunakan boneka tangan.

Pertama, boneka tangan menjadi media yang menyenangkan dalam menyampaikan pesan. Sehingga anak akan mudah menerima pesan yang disampaikan.

Kedua, bercerita dengan boneka tangan membuat anak belajar mendengarkan.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berbahasa. Mendengarkan cerita dengan boneka tangan membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik.

Oleh karena itu boneka tangan dijadikan media edukatif alternatif dalam mendidik anak.

#day28
#RamadhanInspiratifChallenge
#Aksara

Kamis, 22 Juni 2017

Berkenalan Dengan Nabi Muhammad

Aluna kini berusia 1 tahun 3 bulan.
Usia tersebut dalam pendidikan berbasis fitrah tergolong dalam masa pra latih (0-7 tahun)

Masa pralatih adalah masa keemasan bagi berkembangnya fitrah keimanan.
Pada usia pra latih, menceritakan kisah inspiratif tentang Allah, Rasul dan agama adalah salah satu upaya mengembangkan fitrah keimanan.







Hari ini Aluna mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad.
Dengan kisah ini Aluna berkenalan dengan Nabi nya.

Dia senang sekali mendengarkan saya bercerita isi buku ini.
Dia paling semangat membuka lembae demi lembar buku.

Alhamdulillah..
Kenali Rasul mu nak, agar kau bisa mencintainya..
Semoga jadi anak yang sholeha ya nak...

#day27
#RamadhanInspiratifChallenge
#Aksara