Sabtu, 30 April 2011

TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) @ MALL : SEBUAH BENTUK CSR MALL

MALL dan PERKEMBANGANNYA

Pusat perbelanjaan atau Mall merupakan sisi dunia lain masyarakat perkotaan yang tidak bisa terpisahkan dengan segala daya tariknya. Setiap hari kunjungan masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan atau Mall berjumlah ribuan. Sedangkan jumlah pusat-pusat perbelanjaan tersebar hampir di semua kota, kabupaten dan propinsi. Dapat dikatakan secara kuantitas, laju pertumbuhan pusat perbelanjaan atau Mall ini cukup tinggi.

Seiring dengan majunya perkembangan ekonomi saat ini, pusat-pusat perbelanjaan yang ada tidak lagi berfungsi tunggal sebagai tempat belanja saja, namun telah bergeser. Selain menjadi tempat perbelanjaan, saat ini Mall-mall tersebut berfungsi juga untuk :

  • Berbagai kegiatan dan hiburan berpusat di Mall: exibition, launching, ibadah, dll
  • Orang menjadikan Mall tempat bertemu (meeting poin): arisan, rapat ,dll
  • Mall mulai menjadi pusat kegiatan belajar dan bermain : kursus, tempat bermain anak,tempat penitipan anak,seminar dll
  • Tempat ekspresi perilaku konsumerisme yang lebih menonjol ketimbang perilaku produktif.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Mendiknas, menyebutkan bahwa sebesar 50% remaja sering menghabiskan waktu mereka dengan pergi ke mall, 25% sisanya adalah mereka yang tergolong anak-anak, serta 25% lagi adalah orang dewasa. Berbagai aktivitas yang terjadi di pusat perbelanjaan atau Mall, baik aktivitas jual beli maupun aktivitas lainya membawa dampak pada masyarakat sekitar maupun konsumen pusat perbelanjaan tersebut. Dengan hadirnya pusat-pusat perbelanjaan yang telah bergeser secara fungsi, dan telah memanjakan masyarakat dengan berbagai daya tariknya. Harus disadari telah menggiring masyarakat ke arah konsumerisme.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)

Berdasarkan data dari BPS pada triwulan pertama tahun 2010 Jawa Timur membukukan pertumbuhan ekonomi gemilang 5,28 persen. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran menjadi penyumbang terbesar. Artinya masyarakat sangat konsumtif ( Jawa Pos, 11 Mei 2010).

Tingginya tingkat konsumsi dan antusiasisme masyarakat terhadap pusat-pusat perbelanjaan berbanding terbalik dengan konsumsi ilmu pengetahuan karena membaca belum menjadi budaya, hal ini dikarenakan beberapa hal, diantaranya :

  • Memilih didongengi, dituturi, nonton wayang, nonton film dan mendengarkan musik daripada membaca
  • Rendahnya minat baca masyarakat dibanding minat lain: ngobrol, ngrumpi, nonton TV, main game, tidur, untuk mengisi waktu luang
  • Masih terbatasnya fasilitas membaca gratis bagi masyarakat.

Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak yang ada (stakeholder). Bahwa dalam setiap kebijakan yang mereka terapkan, akan selalu membawa efek atau dampak yang bersifat domino. Sebagaimana efek dari pembangunan berbagai pusat perbelanjaan yang ada, efek yang diakibatkan dari pembangunan tersebut tidak akan bersifat tunggal. Dalam prosesnya, munculnya suatu pusat perbelanjaan di tengah-tengah lingkungan masyarakat akan membawa perubahan yang bersifat multidimensi bagi masyarakatnya. Mulai dari perubahan gaya hidup, pola perilaku individu yang ada, atau bahkan akan mampu memaksakan adanya suatu penyesuaian dan selanjutnya merubah tingkat pemikiran dan pengetahuan setiap masyarakatnya.

Sehingga, sudah waktunya saat ini disepakati bersama tentang adanya gagasan perubahan sebuah paradigma pembangunan yang selama ini telah dilaksanakan. Dari sebuah paradigma pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi (economic growth) menjadi pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan berkelanjutan ini pada dasarnya adalah suatu gagasan paradigma yang berupaya untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhannya.

Dalam kasus pembangunan berbagai pusat perbelanjaan diatas, konsep keberlanjutan sendiri dapat dilihat dalam beberapa dimensi, diantaranya: manusia (human), sosial (social), lingkungan (environment), dan ekonomi (economic). Dibidang manusia sendiri, dapat diartikan adanya pemeliharaan terhadap modal manusia (human capital) secara individual, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, keterampilan, pengetahuan, kepemimpinan dan akses terhadap jasa modal manusianya.

Kesemua prinsip diatas pada dasarnya adalah sebuah bentuk pengejawantahan dari pelaksanaan suatu tanggungjawab sosial dari suatu perusahaan atau korporasi (lebih dikenal dengan istilah program CSR). Yaitu suatu bentuk tanggungjawab sosial yang berkembang sebagai wujud dari sebuah good corporate governance. Pada sisi ini, CSR dilihat sebagai aplikasi dari keberadaan korporat sebagai salah satu elemen sosial yang merupakan bagian dari etika bisnis. CSR merupakan suatu komitmen perusahaan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan pihak terkait, utamanya masyarakat di sekelilingnya dan lingkungan sosial dimana perusahaan tersebut berada, yang akan dilakukan terpadu dengan kegiatan usahanya secara berkelanjutan.

Karena tidak dapat dipungkiri masyarakat luas merupakan bagian dari perusahaan. dalam hal ini, kepedulian pihak perusahaan akan selalu dipertanyakan sebab ia telah menjadi bagian masyarakat yang lebih luas dimana apapun yang terjadi didalam masyarakat akan mempengaruhi pihak perusahaan. situasi demikian haruslah dijadikan ultimatum kepada pihak perusahaan, bahwa pada akhirnya mereka akan dituntut untuk lebih peduli terhadap kepentingan-kepentingan umum, lebih bertanggungjawab.

Pada hakekatnya, kepedulian perusahaan terhadap masyarakat umum ini adalah untuk kepentingan korporat itu sendiri dalam kaitannya memperoleh izin local (local license) bagi mereka dalam rangka adaptasi sosialnya. Keuntungan yang akan diperoleh dari sini adalah, dapat direalisasi dari bentuk kepercayaan public yang kemudian bergerak kearah pemetikan hasil dari kepercayaan publik tersebut. sehingga bagi perusahaan, paling tidak mereka dapat berperan dalam masing-masing konteks sosial yang dijalankannya, yaitu berperan dalam komuniti sebagai anggota dari masyarakat, dan berperan dalam masyarakat bangsa yang lebih luas dalam lingkup nasional.

Oleh karena itu hal tersebut perlu mendapat perhatian dari pengelola pusat perbelanjaan sebagai bagian tanggung jawab sosial. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka sangat penting untuk menumbuhkan budaya membaca dengan melalui penyediaan sarana membaca bagi masyarakat yang disebut dengan Taman Baca Masyarakat, sebagai salah satu dimensi dari tanggungjawab sosial perusahaan yang bergerak dan konsen di bidang memajukan dunia pendidikan dan pengetahuan bagi masyarakatnya.

TAMAN BACA @ MALL

Taman Baca di Mall menggunakan konsep Galeri. Dimana TBM memiliki koleksi kurang lebih 500 sampai dengan 1000 koleksi bahan pustaka baik berbentuk buku maupun audio visual. Koleksi bahan pustaka berbentuk buku meliputi buku-buku bertema buku keterampilan, Kesehatan, Informasi dan komunikasi, komik, novel, ilmu pengetahuan dan science, psikologi, hobby, dan lain-lain.

Ruangan Taman Baca di setting berbentuk Kafe, dan tersedia beberapa layanan Free Akses Internet melalui Free Hot Spot. Bagi pengunjung yang tidak mempuanyai laptop untuk mengakses internet melalui laptop, juga akan disedaikan PC dengan sistem rental. Didalam TBM juga akan tersedia Stage/panggung kecil untuk kegiatan-kegiatan/even serta seperangkat sound system.

Kegiatan di TBM @ Mall tidak hanya sebatas kegiatan membaca. Ada berbagai kegiatan menarik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus memberi hiburan kepada para pengunjungnya. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di TBM antara lain :

· Layanan Audio Visual

Layanan audio visual adalah layanan untuk memberikan pengetahuan kepada para pengunjung melalui sarana audio visual. Misalnya, pemutaran DVD ensiklopedia, film documenter kesejarahan dan berbagai tontonan edukatif lainnya.

· Layanan Internet

Internet merupakan salah produk teknologi informasi yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat urban. Adanya layanan internet di TBM @ Mall akan menjadi daya tarik tersendiri.

· Event talkshow/seminar

TBM @ Mall juga dapat menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan talkshow ataupun seminar. Melalui event ini masyarakat dapat menerima berbagai macam pengetahuan yang bermanfaat.

· Lomba

TBM @ Mall juga perlu mengadakan kegiatan yang dapat menyalurkan bakat serta mengembangkan daya kreasi para pengunjungnya melalui berbagai macam perlombaan. Berbagai macam lomba yang dapat diadakan antra lain lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba menulis cerita, storytelling dan lain sebagainya.

Pembangunan Taman Baca Masyarakat di Mall (TBM@Mall) bertujuan untuk :

· Menyediakan sarana baca yang nyaman dan modern bagi masyarakat

· Menyediakan alternatif sarana belajar bagi masyarakat

· Menyediakan alternatif sarana hiburan edukatif bagi masyarakat

· Menyediakan sarana kreatifitas bagi masyarakat

Diharapkan Pembangunan Taman Baca Masyarakat di Mall (TBM@Mall) akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan juga bagi pihak Mall sendiri, diantaranya:

· Menumbuhkan Budaya Baca Masyarakat.

· Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia

· Memberikan hiburan yang berkualitas

· Menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas masyarakat

· Memberikan citra positif bagi Mall yang menjalankan program CSR ini di mata masyarakat. Sehingga akan menjadi jaminan keamanan sosial yang akan menguntungkan bagi pihak mall kedepannya.

· Akan semakin banyak masyarakat yang akan memperhatikan dan mendukung keberlangsungan dari Mall ini kedepan karena citranya sebagai Mall yang selalu peduli kepada masyarakat sekitar.

TBM @ MALL SEBAGAI SARANA EDUITAIMENT MASYARAKAT

Konsep TBM @ Mall seperti yang telah dijelaskan diatas memiliki beberapa manfaat bagi masyarakat. Pertama, suasana TBM yang menarik akan menumbuhkan minat baca dikalangan masyarakat. Suasana TBM @ Mall akan membuat masyarakat nyaman untuk tinggal berlama-lama yang kemudian diikuti dengan meningkatnya keinginan membaca.

Kedua, koleksi buku di TBM @ Mall yang banyak dan bervariasai dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat. Pengetahuan masyarakat menjadi lebih bervariasi karena membaca koleksi buku di TBM. Pengetahuan masyarakat tidak hanya berfokus pada satu bidang saja, tetapi berbagai bidang yang dapat bermanfaat mengembangkan jati diri masyarakat.

Ketiga, tersedianya layanan internet di TBM @ Mall akan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan penguasaan terhadap teknologi informasi. Tentunya pelayanan internet yang ada di TBM @ Mall dibatasi, artinya ada pelarangan terhadap konten-konten yang tidak bermanfaat dan dapat merusak moral masyarakat, misalnya konten-konten yang mengandung pornografi, perjudian dan kekerasan.

Keempat, adanya berbagai acara seminar dan talkshow yang diadakan TBM @ Mall akan mengembangkan kemampuan masyarakat dalam berbicara dan tampil di muka public. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri bagi masyarakat. Selain itu acara tersebut juga dapat menambah pengetahuan masyarakat.

Kelima, berbagai perlombaan yang diadakan TBM @ Mall dapat merangsang daya cipta dan menyalurkan bakat masyarakat sekaligus menjadi media mengembangkan prestasi. TBM @ Mall dapat menjadi ruang berekspresi dan berprestasi bagi masyarakat.

Pada akhirnya keberadaan TBM @ Mall dapat membuat masyarakat melakukan kegiatan positif. TBM @ Mall dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi masyarakat. Pengetahuan masyarakat bertambah sekaligus mengibur mereka.

Dengan demikian TBM @ Mall mampu berfungsi sebagai sarana eduitainment bagi remaja perkotaan. TBM @ Mall is a place where entertainment that is intended to be educational. Mengunjungi TBM @ Mall akan mencerdaskan sekaligus menghibur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar