Selasa, 06 Maret 2012

Dan Cinta Itu Berlabuh... Dan Cinta Itu Berlabuh... Dan Cinta Itu Berlabuh


Manusia itu hanya bisa berencana, tetapi Tuhanlah yang menentukan...”
Hmm.., kata-kata tersebut seolah mewakili kehidupan yang saya miliki selama ini.
Begitu banyak hal yang saya rencanakan, beberapa terlaksana., beberapa belum.. (mungkin nanti saat waktu yang tepat akan terjadi..)
Seperti yang saya alami sepuluh hari yang lalu.., pernikahan....
sepakat, Tuhan akan selalu memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan..


Saya dan pasangan memang berencana untuk menikah tahun ini, tapi bukan dalam waktu dekat, bulan kedua di tahun ini.
Rencananya februari kami akan ke tahap selanjutnya setelah tunangan, yaitu lamaran dan pernikahan baru akan digelar di bulan Juli.
Tapi ada suatu masalah yang membuat kami memutuskan untuk mempercepat pernikahan.
So, tanggal 26 februari yang semula untuk acara lamaran saja, langsung dirapel untuk acara pernikahan juga.
Klo dihitung-hitung, kami hanya punya waktu dua puluh hari untuk mempersiapkan semuanya.
Konyol memang, pernikahan sebagai sesuatu yang sakral dipersiapkan secara terburu-buru.
Tapi dengan kemantapan hati, kami yakin bahwa rencana tersebut akan tercapai.
lelaki luar biasa, i love u..


Tentunya acara yang dilaksanakan mungkin jauh  dari kesan pada umumnya pernikahan.
Pernikahan kami  tanpa janur kuning, tanpa pelaminan, tanpa cincin kawin, tanpa organ tunggal, dst.. intinya jauh dari kesan pesta meriah...
Dan tentu saja diiringi dengan tatapan penuh curiga dari orang-orang sekitar, dalam lubuk hati mereka pasti banyak pertanyaan.
“ada apa kok nikah buru-buru”.., “jangan-jangan..”, “hamil y..”
Hamil?? Mungkin itu yang ada di benak beberapa orang-orang terdekat.
Saya maklum, ya selama ini klo ada pernikahan yang digelar tiba-tiba pasti karena udah hamil duluan.
Sampai-sampai saat mengurus masalah administrasi, pak modin kampung juga curiga saya hamil.
Reaksi saya? Cuek aja.., g ngurus omongan orang.
Toh nanti waktu yang akan membuktikan semuanya.


hamil?lets see.. :)



So sebenarnya apa sih yang membuat kami cepat-cepat menikah?
Mungkin hanya orangtua dan beberapa sahabat dekat yang tau ceritanya.
Yang jelas bukan karena hamil, tapi karena sesuatu yang lebih penting.
Skala prioritas, yang membuat kami mempercepat pernikahan.
Kami hanya orang biasa, bukan anak siapa-siapa.
Baru merintis karir, tentunya kondisi finansial belum seberapa mapan.
Ada alokasi yang lebih penting daripada membuat pesta pernikahan yang luar biasa.
Saya paham, perempuan mana sih yang nggak pengen pernikahannya megah?
Perempuan mana sih yang nggak pengen dapat cincin berlian saat pernikahannya?
Well, saya juga ingin seperti itu..
Tapi saya sadar, bukan kemewahan yang jadi faktor utamanya.
Melainkan kesakralan pernikahan itu yang lebih penting.
dahulukan mana yang lebih penting



Persiapan pernikahan tentu tidak berjalan mulus.
Banyak kendala karena terbatasnya waktu.
Bahkan pertengkaran jadi semakin intens disaat semakin mendekati hari H.
Tapi, alhamdulillah semua bisa berjalan sesuai rencana.

Akhirnya hari yang dinanti itu tiba.
26 Februari 2012, pukul 10.00 kami resmi menjadi pasangan suami istri.
Finally, perjalanan cinta kami berlabuh tepat empat tahun satu bulan lima belas hari kebersamaan kami.
Puji syukur tak henti-hentinya kami ucapkan, atas kehendak Nya lah kami akhirnya bisa mewujudkan harapan kami.
Menyempurnakan separuh agama, mengikat cinta suci sesuai dengan syariat.

alhamdulillah, da halal sekarang... :)


Rasa terimakasih juga kami ucapkan sebesar-besarnya, kepada semua pihak yang telah membantu acara kami.
Keluarga dan sahabat, maaf klo kami banyak merepotkan.
Maaf juga untuk beberapa sahabat yang kecewa karena tidak menerima undangan dari kami.. (maklum acara sederhana, so undangan terbatas.. J )
           
            Doakan agar kami dapat mengarungi pernikahan ini sesuai dengan ajaran agama.
Menjadi keluarga yang sakinnah, mawwaddah, warrahma..
Semoga pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir bagi kami berdua...







Tidak ada komentar:

Posting Komentar