Selasa, 19 November 2013

PENYIMPANGAN SOSIAL

A. PENGERTIAN

Adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial.


B. CIRI-CIRI PERILAKU MENYIMPANG

1)       Penyimpangan harus dapat didefinisikan.
2)       Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.
3)       Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak.
4)       Penyimpangan terhadap budaya nyata dan budaya ideal.
5)       Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan.
6)       Penyimpangan sosial bersifat adaptif (penyesuaian).


C. KADAR PENYIMPANGAN

a. Penyimpangan primer
dilakukan oleh seseorang secara temporer, dan pelakunya masih dapat diterima secara sosial
b. Penyimpangan sekunder
penyimpangan yang dilakukan secara berulang-ulang bahkan menjadi kebiasaan dan ciri khas dari pelakunya.


D. FAKTOR PENYEBAB

Faktor Internal:

a) Intelegensi
b) Kondisi fisik
c) Kondisi psikis (kejiwaan)
d) Kepribadian
e) Usia
f) Jenis Kelamin
g) Status seseorang dalam keluarga

Faktor eksternal

a) Faktor sosial ekonomi
b) Kondisi politik
c) Faktor budaya
d) Kehidupan rumah tangga
e) Pendidikan di sekolah
f) Pergaulan
g) Media massa

E. JENIS

a) Tindak Kejahatan atau Kriminal;spt pembunuhan, perampokan, pencurian, pemalsuan, penganiayaan, pemerkosaan, penculikan, dll.
b) Penyimpangan seksual; Sodomi, transeksual,masokisme, homoseks, incest, scoptophilia, transvestite, kumpul kebo, necrophilia, perzinahan, pelacuran, dsb.
c)  Pemakaian dan peredaran obat terlarang dan alkoholisme
d)  Penyimpangan gaya hidup: spt arogansi (kesombongan), sikap eksentrik, konsumerisme, dll.
e)  Tawuran atau perkelahian antar pelajar.

Bentuk-Bentuk Kejahatan :

a) Kejahatan tanpa korban (crime without victim) :
Kejahatan ini tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
Contoh : mabuk-mabukan, free sex

b) Kejahatan terorganisasi (organized crime) :
 Pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum.
Contoh : komplotan koruptor, komplotan rumah bordir

c) Kejahatan kerah putih (white collar crime):
Kejahatan ini merupakan tipe kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya.
Contoh : pejabat yang melakukan korupsi, perusahaan yang tidak membayar pajak

d) Kejahatan kerah biru (blue collar crime)
Kejahatan ini merupakan kejahtan yang dilakukan oleh orang-orang kelas bawah.
Contoh : preman jalanan

e) Kejahatan korporat (corporate crime) :
Kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan (organisasi).
Contoh : pencemaran sungai akibat limbah pabrik

f) Kejahatan dunia maya (cyber crime) :
Kejahatan yang dilakukan melalui internet (dunia maya).
Contoh : pembobolan kartu kredit, penyebaran video porno.

g) Kejahatan seksual (sexual crime)
Contoh : pemerkosaan, pencabulan

h) Kejahatan tansisional (transtitional crime )
Kejahatan yang melibatkan lintas negara.
Contoh : jaringan teroris

i) Kejahatan jalanan (street crime) :
Kejahatan yang terjadi di jalanan, misalnya tabrak lari. 


F. SIFAT

a. Penyimpangan positif :
Adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif.
Contoh : wanita karier

b. Penyimpangan negatif
Adalah penyimpangan yang memiliki dampak negatif, pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk serta mengganggu sistem sosial.
Contoh : pemerkosa, koruptor

G. PELAKU

a. Penyimpangan individu :
Penyimpangan yang dilakukan oleh seorang diri terhadap nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat.

b. Penyimpangan kelompok :
Penyimpangan yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama

c. Penyimpangan campuran :
Penyimpangan yang pada awalnya dilakukan oleh individu, namun pada perkembangannya mampu mempengaruhi orang lain untuk melakukan penyimpangan secara bersama-sama.

H. TEORI PENYIMPANGAN

1. Edward H Sutherland (differential association )
Penyimpangan dipelajari melalui proses alih budaya (cultural transmition). Melalui proses belajar ini, seseorang mempelajari suatu budaya menyimpang.

2. Edwin M Lemert (labelling)
Seseorang menjadi menyimpang karena adanya proses labelling  (pemberian julukan, cap, atau merek) yang diberikan masyarakat kepadanya. Proses labelling  ini bisa membuat seseorang yang tadinya tidak memiliki kebiasaan menyimpang menjadi terbiasa.

3. Robert Merton(Adaptasi Sosial)
Struktur sosial tidak hanya menghasilkan perilaku yang konformis, tapi juga perilaku yang menyimpang.
Merton menyatakan ada lima tipe adaptasi individu dalam struktur sosial :
1. Konformitas (conformity)
Perilaku seseorang mengikuti cara dan tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat.
2. Inovasi (innovation)
Perilaku seseorang mengikuti tujuan yang telah ditetapkan oleh masyarakat. Akan tetapi ia memakai cara yang berbeda dengan masyarakat.
3. Ritualisme (ritualism)
Perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya, tetapi tetap berpegang pada cara yang telah ditetapkan oleh masyarakat.
4. Retreatime (retreatism)
Perilaku seseorang tidak mengikuti tujuan dan cara yang dikehendaki.
5. Pemberontakan (rebellion)
Tidak lagi mengikuti struktur sosial yang ada dan berupaya menciptakan struktur sosial yang baru.


H. FUNGSI PERILAKU MENYIMPANG

1)       Perilaku menyimpang memperkukuh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat.
2)       Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan memperjelas batas moral.
3)       Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan integrasi dalam masyarakat.
4)       Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar