Senin, 24 Maret 2014

KELOMPOK SOSIAL

A. PENGERTIAN
Merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama.
B. KRITERIA
1. Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari keompok yang bersangkutan.
2. Ada hubungan timbal balik antar anggota kelompok.
3. Ada faktor yang dimiliki bersama yang menjadi pengikat atau pemersatu.
4. Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
5. Bersistem dan berproses.
C. SYARAT DAN CIRI KELOMPOK
Kriteria menurut Robert K Merton :
a. Memiliki pola interaksi.
b. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan drinya sebagai anggota kelompok.
c. Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok.
Syarat kelompok menurut Soerjono Soekanto :
a. Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
b. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya dalam kelompok itu.
c. Adanya suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat.
d. Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama.
e. Bersistem dan berproses.
D. TIPE KELOMPOK
Klasifikasi Durkheim
a) Kelompok solidaritas mekanik
Masyarakat sederhana yang mengutamakan persamaan perilaku dan sikap.
b) Kelompok solidaritas organik
Masyarakat modern yang sudah mengenal pembagian kerja.
Klasifikasi Ferdinand Tonnies
a) Gemeinschaft
Merupakan kehidupan bersama yang intim, pribadi, dan eksklusif.
Gemeinschaft terbagi atas :
1. Gemeinschaft by blood, mengacu pada ikatan kekerabatan.
2. Gemeinschaft of place  merupakan ikatan berdasarkan kedekatan tempat bekerja atau tempat tinggal yang mendorong orang untuk berhubungan lebih dekat satu sama lain.
3. Gemeinschaft of mind mengacu pada hubungan persahabatan yang dapat disebabkan oleh keahlian pekerjaan, atau ideologi yang sama.
b) Gesselschaft
Kehidupan publik sebagai sekumpulan orang secara kebetulan hadir bersama tapi masing-masing tetap mandiri.
Klasifikasi Charles H Cooley dan Ellsworth Farris
a) Kelompok primer
Kelompok yang ditandai dengan pergaulan dan kerja sama tatap muka yang intim.
b) Kelompok sekunder
Kelompok yang formal, tidak pribadi dan berciri kelembagaan.
Klasifikasi W. G. Sumner
1. In-group (kelompok dalam)
2 . Out-group (kelompok luar)
Klasifikasi Robert K Merton
1. Membership group, kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota dari kelompok tersebut.
2. Reference group, kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
Klasifikasi menurut Parsons
1. Formal group, kelompok-kelompok yang mempunyai peraturan-peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan oleh anggota-anggotanya untuk mengatur hubungan antara anggota-anggotanya.
2. Informal group, kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu.
Kelompok okupasional & volunter
1 .  Kelompok okupasional, adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki pekerjaan sejenis.
2. Kelompok volunter, orang-orang yang memiliki kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat luas.
Kelompok Semu
Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara.
Ciri-ciri kelompok semu adalah:
1) tidak direncanakan karena terjadi secara spontan,
2) tidak terorganisasi sehingga tidak berstruktur,
3) tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi yang berlangsung lama (langgeng),
4) tidak ada kesadaran kelompok, dan
5) kehadirannya bersifat sementara.
Macam kelompok semua
1) Kerumunan (crowd)
Kerumunan merupakan berkumpulnya orang-orang pada saat tertentu secara cepat tanpa ada ikatan organisasi.
a) Penonton pasif (formal audience)
Penonton pasif (formal audience), yaitu kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama erat dan mempunyai sifat pasif.
Contohnya penonton bioskop  dan pendengar khotbah.
b) Kelompok ekspresif (planned expressive group)
Kelompok ekspresif (planned expressive group), yaitu kerumunan yangb mementingkan tujuan dari pada pusat perhatian.
Contohnya orang yang berkumpul di tempat rekreasi, orang yang sedang pesta, dan sebagainya.
c) Kerumunan saling tidak senang (inconvinient causal crowds)
Kelompok saling tidak senang (inconvinient causal crowds), yaitu kerumunan sementara yang tidak menyukai kehadiran orang lain sebab dapat menghambatnya untuk mencapai tujuan.
Contohnya orang yang sedang antri karcis.
d) Kerumunan panik (panic causal crowds)
Kerumunan panik (panic causal crowds), yaitu kerumunan orang yang dalam keadaan panik untuk menyelamatkan diri dari bahaya.
 Contohnya ketika sedang terjadi tsunami orang berkumpul di tempat  pengungsian.
e) Kerumunan emosional (acting mobs crowds)
Kerumunan emosional (acting lawless crowds), yaitu kerumunan yang menggunakan kekuatan fisik untuk melawan norma-norma pergaulan hidup yang bersangkutan, contohnya pengeroyokan.
f) Kerumunan tak bermoral (immoral lawless crowd)
Kerumunan tak bermoral (immoral lawless crowd),yaitu kerumunan orang yang tindakannya melawan norma pergaulan hidup dan tidak mempunyai tujuan yang jelas. Contohnya kumpulan orang yang mabuk dan pecandu narkoba.
2) Massa (mass)
Massa mempunyai kemiripan ciri dengan kerumunan tetapi proses terbentuknya agak berbeda.
Pada massa ada sebagian pembentukan yang disengaja dan ada sebagian yang terjadi secara spontan.
Contohnya adalah pengumpulan para mahasiswa di sebuah lapangan/jalan untuk melakukan demonstrasi.
3) Publik (public)
Terbentuknya publik hampir sama dengan massa tetapi tidak dalam tempat yang sama.
Publik mempunyai anggota yang tersebar tanpa batas wilayah formal.
Contohnya adalah publik pendengar pidato presiden yang disiarkan oleh Radio. Para hadirin yang datang pada pidato tersebut merupakan massa. Sedangkan seluruh pendengar radio yang memperhatikan pidato adalah publik.
E. POLA HUBUNGAN ANTARKELOMPOK
1. Akulturasi
Terjadi ketika kedua kelompok ras yang berbeda bertemu mulai berbaur dan berpadu.
2. Dominasi
Suatu kelompok ras menguasai kelompok lain.
3. Paternalisme
Dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
4. Integrasi
Pola hubungan masyarakat yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus terhadap perbedaan ras tersebut.
5. Pluralisme

Pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar