Selasa, 11 Maret 2014

KONFLIK SOSIAL

A. PENGERTIAN
Merupakan suatu proses dimana dua orang atau kelompok berusaha untuk saling menyingkirkan/melenyapkan dan atau membuat orang lain tidak berdaya.
B. FAKTOR PENYEBAB
1. Perbedaan kepribadian
2. Perbedaan pendirian
3. Perbedaan kepentingan
4. Perubahan sosial
C. BENTUK
1. Konflik antarpribadi
2. Konflik antarkelas sosial
3. Konflik Rasial/antarsuku/etnis
4. Konflik Politik
5. Konflik Internasional
D.  AKIBAT
1. Bertambah kuatnya rasa solidaritas antar anggota
2. Timbulnya keretakan kesatuan kelompok
3. Terjadi huru hara
4. Terjadi pergeseran/perubahan nilai budaya
5. Terganggunya ketertiban dalam masyarakat
E. CARA PENYELESAIAN
Dikenal dengan istilah Akomodasi, yang meliputi:
1.   Koersi;
Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan. Salah satu pihak berada dalam kondisi yang lebih lemah dibandingkan dengan pihak lawan. Koersi dapat bersifat fisik maupun psikis.
2.   Kompromi;
Masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian bersama.
3.  Arbritase;
Cara mencapai kompromi dengan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi dari pihak yang bertikai.
4.   Mediasi;
Cara menyelesaikan konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga yang bersikap netral dan bertindak sebagai penasihat tanpa memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.
5.  Konsiliasi;
Usaha mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.
6.  Toleransi;
Bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal dalam wujud saling menghargai, menghormati, dan tidak saling curiga.
7.   Stalemate;
Masing-masing pihak yang terlibat konflik karena kekuatannya seimbang, terhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan
8.   Ajudikasi:
 Bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.
9.   Majority Rule
Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting
10. Minority Consent
Golongan minoritas yang kalah  tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama
11. Subjudication
Pihak yang mempunyai kekuatan besar untuk meminta pihak lain menaatinya
12. Segregation
Masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan
13. Detente

Pengurangan hubungan ketegangan terutama dalam situasi politik. Detente merupakan strategi alternatif ke pengembalian strategi menghancurkan musuh negara, dan penahanan, yang berarti mencegah perluasan negara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar