Kamis, 27 Maret 2014

LEMBAGA SOSIAL

A. PENGERTIAN
Menurut Soerjono Soekanto:
Adalah kumpulan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
Major Polak:
Merupakan suatu kompleksitas atau sistem peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.

 B. CIRI-CIRI
1. Mempunyai tingkat kekebalan tertentu.
2. Mempunyai tujuan.
3. Mempunyai perangkat untuk mencapai tujuan.
4. Mempunyai lambang atau simbol.
5. Mempunyai tradisi tertulis dan tidak tertulis.
6. Berbentuk organisasi pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktifitas masyarakat.

C. BENTUK
1. Berdasarkan perkembangannya:
    a. Crescive institutions.
Lembaga yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat.
    b. Enacted institutions.
 Lembaga yang sengaja dibentuk untuk kepentingan tertentu.
2. Berdasarkan sistem nilai yang diterima masyarakat:
    a. Basic Institutions.
Lembaga yang digunakan untu mempertahankan dan memelihara tata tertib dalam   masyarakat.
    b. Subsidiary Institutions.
Lembaga sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang kurang penting.
3. Dari segi penerimaan masyarakat
    a. Social sanctioned institutions.
Lembaga yang diterima masyarakat, contohnya sekolah, perusahaan, perbankan dan   koperasi.
    b. Unsanctioned Institutions.
 Lembaga yang ditolak  masyarakat,contohnya, pelacuran perjudian, perampokan.
4. Dari faktor penyebarannya
    a. General Institutions.
Lembaga yang dikenal oleh hampir seluruh masyarakat di dunia, contohnya agama, IPTEK.
    b. Restricted Institutions.
Lembaga yang dianut oleh masyarakat tertentu, misalnya  agama Islam, Kristen, Hindu.
5. Dari sudut fungsinya:
    a. Operative Institutions.
 Lembaga yang berfungsi menghimpun tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga. Misalnya Lembaga industri.
    b. Regulative Institutions.
Lembaga yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga itu sendiri, contohnya Lembaga Hukum.

D. FUNGSI
Fungsi Lembaga Sosial:
1. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana seharusnya bertingkah laku.
2.   Menjaga keutuhan masyarakat.
3. Memberikan pedoman kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
 Lembaga sosial juga memiliki fungsi:
1.       Manifes (Nyata)
2.       Latent ( Terselubung)

E. MACAM
1. Lembaga/pranata Keluarga.
 Merupakan kesatuan kelompok terkecil dalam masyarakat.
Fungsi Manifes:
a.  Biologis/Reproduksi, Mengatur hubungan seksual untuk memperoleh keturunan.
b.  Edukasi, Mengatur tanggungjawab untuk merawat dan mendidik anak.
c. Sosial,  Mengatur hubungan kekeluargaan dan kekerabatan.
d.  Afeksi, Mencurahkan kasih saying kepada anggota keluarga yang lain.

Fungsi Laten:
a.  Ekonomi. Mengatur dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
b.  Pengendali sosial dari tindakan menyimpang.
c.  Pewarisan gelar dan marga.
d.  Proteksi. Melindungi anggota keluarga.
Bentuk-bentuk Perkawinan
a. Menurut jumlah suami atau istri
• Monogami
Perkawinan antara satu orang laki-laki dan satu orang wanita.
• Poligami
Perkawinan antara satu orang laki-laki atau wanita dan lebih dari satu wanita atau laki-laki.
1. Poligini
Seorang laki-laki beristri lebih dari satu orang, dibagi atas
a. Poligini sororat, bila para istrinya beradik-kakak.
b. Poligini non-sororat, bila para istrinya bukan beradik-kakak.
2. Poliandri
Seorang istri bersuami lebih dari satu orang, terdiri atas
a. Poliandri fraternal, bila para suami beradik-kakak.
b. Poliandri non-fraternal, bila para suami bukan beradik-kakak.
b. Menurut asal suami atau istri
• Endogami : ialah perkawinan di lingkungan sendiri, misalnya satu klen, etnis, atau kerabat.
• Eksogami : ialah perkawinan yang dilakukan di luar lingkungan keluarga sendiri, dibagi atas :
a. Homogami : perkawinan antara anak-anak dari dua keluarga yang termasuk dalam lapisan sosial yang sama.
b. Heterogami : perkawinan dari dua keluarga yang lapisan sosialnya berlainan.
c. Menurut Hubungan Kekerabatan
• Cross cousin (sepupu silang), yaitu perkawinan antara saudara sepupu, yakni anak saudara laki-laki ibu (anak paman) atau anak saudara perempuan ayah.
• Pararel cousin (sepupu sejajar), yaitu perkawinan antara pria dan wanita di mana ayah atau ibu mereka bersaudara.

Pola menetap setelah perkawinan
a) Patrilokal (virilokal), yaitu pasangan suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami.
b) Matrilokal (otorilokal), yaitu pasangan suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat istri.
c) Bilokal, yaitu pasangan suami istri menetap secara bergantian antara kerabat istri dan kerabat suami.
d) Neolokal, yaitu pasangan suami istri bertempat tinggal di tempat baru.
e) Avunkulokal, yaitu pasangan suami istri menetap di rumah saudara laki-laki ibu (paman) dari pihak suami.
f) Natalokal, yaitu suami dan istri tidak tinggal di satu tempat yang sama, tetapi tinggal di tempat kelahirannya masing-masing dan hanya bertemu untuk waktu yang relatif pendek.
g) Utrolokal, yaitu pasangan suami istri bebas menentukan tempat tinggalnya.
h) Komonlokal, yaitu pasangan suami istri bertempat tinggal dalam kelompok yang terdiri dari orang tua kedua belah pihak.
2. Lembaga/Pranata Ekonomi
Adalah bagian dari pranata sosial yang bertalian dengan pengaturan bidang ekonomi, seperti masalah produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.
3. Lembaga/Pranata Politik
Merupakan institusi atau pranata yang mempunyai kegiatan dalam suatu Negara yang berkaitan dengan proses untuk menentukan dan melaksanakan tujuan Negara.
Fungsi pranata politik:
a) Memelihara ketertiban dalam wilayahnya.
b) Menjaga keamanan dari berbagai ancaman dan serangan pihak luar.
c) Melaksanakan kesejahteraan umum, menyelenggarakan perencanaan dan pelayanan pemenuhan kebutuhan publik.
4. Lembaga/Pranata Pendidikan
Fungsi Manifes:
a) Mempersiapkan anggota masyarakat dalam mencari nafkah.
b) M engembangkan bakat/potensi yang dimiliki seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
c) Melestarikan kebudayaan dengan mewariskan kepada generasi berikutnya.
d) Melatih keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki seseorang.
Fungsi Latent:
a)  Menunda kedewasaan anak.
b)  Menjadi saluran mobilitas sosial.
c)  Memelihara integrasi dalam masyarakat.

5. Lembaga/Pranata Agama
Kedudukan agama terletak pada ajaran yang dipandang sakral oleh pemeluknya. Melalui wahyu atau kitab suci memberi petunjuk kepada manusia dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
Unsur-unsur Agama:
a) Doktrin agama
b) Simbol agama
c) Praktek keagamaan
d) Ummat beragama
e) Pengalaman beragama
Fungsi Agama:
a) Berfungsi sebagai petunjuk untuk mengatasi segala kesulitan yang diakibatkan oleh ketidakpastian dan keterbatasan manusia
b) Sebagai pengukuhan nilai-nilai yang bersumber pada kerangka acuan sakral sehingga norma dan sanksinya pun sakral
c)   Menciptakan suatu ikatan bersama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat

d) Fungsi sosialisasi individu dalam mengenal nilai dan norma yang dianutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar