Kamis, 27 Maret 2014

MASYARAKAT MULTIKULTURAL

A. PENGERTIAN
Menurut J. S Furnivall
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Kategori masyarakat majemuk :
1. Masyarakat majemuk dengan komposisi seimbang
Merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas etnis yang mempunyai kekuatan kompetitif yang kurang lebih seimbang.
2. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
Merupakan masyarakat majemuk yang terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang.
3. Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
Merupakan suatu masyarakat dimana satu kelompok etnis minoritas mempunyai keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik atau ekonomi masyarakat.
4. Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Merupakan masyarakat yang terdiri atas sejumlah kelompok etnis, tetapi semuanya dalam jumlah kecil sehingga tidak ada satu kelompok pun yang mempunyai posisi politik atau ekonomi yang dominan.
Pierre L van den Berghe
Karakteristik masyarakat multikultural :
1)       Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.
2)       Memiliki struktur sosial yang terbagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.
3)       Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar.
4)       Secara relatif mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
5)       Secara relatif integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.
6)       Adanya dominasi politik suatu kelomok atas kelompok yang lain.

B. CIRI-CIRI
1.  Terbagi-bagi dalam kelompok-kelompok yang satu sama lain memiliki sub kebudayaan berbeda.
2.  Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam beberapa lembaga non komplementer.
3.  Kurang mengembangkan konsensus terhadap nilai yang bersifat dasar.
4.  Relatif sering mengalami konflik.
5.  Adanya hubungan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
6.  Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok tertentu terhadap kelompok yang lain.

C. SEBAB
1. Perbedaan struktur geologi
2. Posisi Silang/Strategis
3. Bentuk wilayah yang terpecah-pecah
4. Sejarah
5. Akumulasi Budaya
6. Pengaruh bangsa asing (perdagangan dan penjajahan)

D. PENGGOLONGAN MASYARAKAT INDONESIA
Berdasarkan Sikap Pergaulan Terhadap Masyarakat Lain
a.  Masyarakat eksklusif, yaitu masyarakat yang merasa takut terhadap pengaruh budaya lain yang mereka anggap dapat merusak budayanya.
b. Masyarakat inklusif, yaitu masyarakat yang lebih akomodatif terhadap budaya lain.
Berdasarkan Sikap Terhadap Perubahan
a.   Masyarakat konservatif, yaitu masyarakat yang tidak suka terhadap perubahan karena menganggap kebudayaannya telah sempurna.
b.   Masyarakat modern, yaitu masyarakat yang cenderung menyukai perubahan sesuai dengan kebutuhan yang semakin berkembang dan kompleks.
Berdasarkan Lokalitas
a.   Masyarakat desa
Ciri-ciri :
1. Anngota komunitasnya kecil.
2. Tingkat mobilitas sosialnya rendah.
3. Pembagian kerja tidak tegas dan belum ada spesialisasi kerja.
4. Patuh terhadap tradisi.
5. Hubungan antara pemimpin dan warganya bersifat informal.
6. Kontrol sosial antar warga kuat.
7. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan.
8. Ketergantungan terhadap alam tinggi.
9. Religius magis.
10. Solidaritas tinggi.
b. Masyarakat kota
Ciri-ciri :
1. Pola pikir rasional.
2. Individualis.
3. Menghargai spesialisasi yang langka brrdasarkan manfaatnya.
4. Mata pencahariannya beragam.
5. Cenderung sekuler.
6. Menjadikan kota sebagai pusat kegiatan politik, pendidikan, dan ekonomi.
Berdasarkan Mata Pencaharian
a. Masyarakat pertanian.
b. Masyarakat nelayan.
c. Masyarakat industri.
Berdasarkan Laju Perubahan
a. Masyarakat tradisional.
b. Masyarakat modern.

E. FAKTOR PENDORONG KEMAJEMUKAN BANGSA INDONESIA
1)       Latarbelakang historis
2)       Kondisi geografis
3)       Keterbukaan terhadap kebudayaan luar

F. HAMBATAN DALAM MENJUNJUNG MULTIKULTURALISME
1. Menganggap budaya sendiri paling baik.
2. Pertentangan antara budaya barat dan budaya timur.
3. Pluralisme budaya dianggap sebagai sesuatu yang eksotis.
4. Pandangan yangpaternalistis.
5. Mencari apa yang disebut indegenous culture , yaitu mencari sesuatu yang dianggap asli.
6. Pandangan negatif penduduk asli terhadap orang asing yang dapat berbicara mengenai kebudayaan penduduk asli.

G. PERMASALAHAN YANG TIMBUL
1. Konflik antarsuku
2. Konflik antaragama
3. konflik antargolongan
4. Konflik vertikal

5. Lunturnya identitas budaya Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar