Selasa, 04 Maret 2014

MPASI itu sesuatu banget...

Kehidupan adalah sebuah proses panjang yang harus dijalani setiap manusia. Begitu juga untuk saya, saya akan terus berperoses menjalani kehidupan yang telah Tuhan berikan. Menjadi seorang ibu membuat saya terus menerus berperoses, belajar dan selalu mencari tahu untuk bisa menjadi ibu yang baik untuk putri kecil saya. Dissa Zahra firdausi, malaikat kecil itu lahir pada 24 april 2013. Kami biasa memanggilnya, Chacha. Kehadiran Chacha menambah lengkap kehidupan rumah tangga kami. Dia adalah sumber semangat kami untuk tetap berproses menjadi orangtua yang baik.
Setelah berhasil memberikan ASIX (air susu ibu ekslusif) selama enam bulan, maka perjuang saya selanjutnya adalah memberikan MPASI (Makanan Pendamping Asi) homemade buat Chacha. Tentunya tetap dibarengi dengan pemberian asi, sebab saya tetap ingin ngasi sampai Chaha berusia dua tahun. Saya tahu ditengan-tengan masyarakat yang seba instan ini, tentu tak mudah untuk tetap bisa meneguhkan hati untuk memberikan mpasi homemade , maklum iklan makanan instan itu sama banyaknya dengan iklan susu formula. Setiap hari kita dibombardir dengan iklan sufor dan bubur bayi instan, sehingga tidak heran jika banyak ibu-ibu yang tersugesti bahwa bubur bayi instan adalah hal yang terbaik untuk pemenuhan gizi bayi. Tapi tidak bagi saya, saya sama sekali tidak terpengaruh iklan-iklan tersebut.
Beruntung sekarang era internet, informasi dengan mudah didapatkan. Begitu juga dalam pemberian mpasi homemade , saya sangat beruntung bisa bergabung dalam grup AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) dan HHBF (Homemade Healthy Baby Food). Dua grup tersebut banyak memberi pengetahuan bagi saya untuk tetap terus memberikan asi dan mpasi homamde buat Chacha.
Sebelum memberikan mpasi, hal yang membuat saya antusias adalah berburu berbagai perlengkapan mpasi. Saya sangat semangat  berbelanja berbagai peralatan perang mpasi, mulai dari food proessor , alat makan bayi, wadah-wadah plastik sampai pada buku-buku resep mpasi. Perjuangan yang paling berat saat itu adalah berburu blender serba guna untuk mpasi. Saya dapat referensinya dari seorang teman, klo blender itu dijual di toko hardware terkemuka. Di surabaya sebenarnya ada empat cabang dan satu cabang di sidoarjo. Namun setelah saya ubek-ubek lima cabang di surabaya dan sidoarjo saya nggak menemukan blender itu. Tapi alhamdulillah sebulan setelah pencarian itu, salah seorang sales toko yang ada di sidoarjo menghubungi saya, katanya blendernya sudah ada. Ada manfaatnya saya mulai rempong berburu sejak dua bulan sebelum mpasi, jadi pas waktunya semua perlengkapan perang itu sudah tersedia, he..he...
Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu itu tiba, 20 Oktober 2014, saya mulai memberikan mpasi ke Chacha. Awal-awal mpasi selama dua minggu saya hanya memberikan pure buah dan pure sayur. Setelah itu saya mulai mengenalkan kaldu dan bubur saring buat Chacha. Dan setelah satu bulan mpasi saya baru memberikan daging giling untuk Chacha, mulai dari daging sapi, ayam sampai ikan. Alhamulillah Chacha pinter banget klo di kasih makan, selalu habis dan lahap.
Pada saat Chacha berusia 8 bulan saya mulai memperkenalkan fingerfood mulai dari yang terbuat dari sayuran (stik wortel & buncis) sampai pada cookies yang terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa gula dan garam. Saya sengaja tidak mencampurkan gula dan garam pada setiap makanan yang saya berikan kepada Chacha.  Untuk cookies saya belum bisa buat sendiri, selama ini selalu pesan di olshop. Tapi saya berjanji akan mulai belajar bikin cookies untuk chacha, tapi tunggu waktu, tunggu libur panjang, he..he
Sekarang Chacha sudah berusia berusia 10 m 1w, makanan yang diberikan mulai bervariasi. Total ada enam waktu makan buat Chacha. Pagi sebelum sarapan bubur, saya selalu berikan buah segar, kalau nggak pepaya ya pisang. Pagi dan sore saya kasih bubur saring yang terbuat dari beras, baik beras putih maupun merah. Kalau siang biasanya saya kasih bubur kentang, bubur jagung atau bubur kacang hijau. Diantara makan pagi dan siang selalu saya berikan jus dan sore sebelum makan terakhirnya saya beri dia cookies . Alhamdulillah Chacha semakin sehat dan pintar.

Untuk kedepan saya harus belajar membuat mpasi yang ditumis dan membuat aneka camilan untuk Chacha, baik itu berupa puding ataupun fingerfood. Ya semuanya butuh waktu, karena semua itu berperoses. Seperti saya yang akan selalu belajar dan berproses untuk menjadi ibu yang baik buat anak saya. Agar amanah yang Tuhan berikan itu bisa saya rawat dengan baik sebagai wujud syukur saya kepada Tuhan. Ganbatte......................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar