Kamis, 27 Maret 2014

PENELITIAN SOSIAL

A. PENGERTIAN
Suatu metode analisis situasi yang merumuskan pelbagai masalah sosial dengan maksud untuk menemukan aspek yang baru, memahami sebab musabab beserta interrelasinya, mengoreksi, mengadakan verifikasi, dan memperluas pengetahuan.

B. SYARAT PENELITIAN
1.          Sistematis, artinya penelitian dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling sederhana sampai yang kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
2.          Terencana, artinya penelitian dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
3.          Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai dari awal sampai akhir kegiatan, penelitian dilakukan menurut cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan.

C. CARA BERFIKIR PENELITI
a)       Berpikir skeptis, artinya si peneliti selalu menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan.
b)       Berpikir analitis, artinya peneliti harus selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi.
c)       Berpikir kritis, artinya peneliti harus selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan data dan analisis akal sehat.
d)       Jujur, artinya seorang peneliti tidak memasukkan keinginannya sendiri ke dalam data.
e)       Terbuka, artinya seorang peneliti bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya.

D. SIKAP PENELITI
a)       Obyektif, artinya seorang peneliti harus dapat memisahkan perasaan pribadi dan fakta.
b)       Kompeten, artinya seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menngunakan teknik dan metode tertentu.
c)       Faktual, artinya peneliti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh.

E. LANGKAH PENELITIAN
1.        Menentukan dan menyusun instrumen
2.        Mengumpulkan data
3.        Analis data
4.        Menarik kesimpulan

F. JENIS PENELITIAN

Berdasarkan Tujuan
a)       Penelitian Dasar (basic research), mengumpulkan informasi untuk menyusun konsep dan hubungan serta analisis teori untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai permasalahan tertentu dalam masyarakat.
b)       Penelitian Terapan (applied research), mengumpulkan informasi untuk membantu usaha memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan Metode
a)       Penelitian historik, mengkaji peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
b)       Penelitian Survei, memperoleh informasi yang sama dari berbagai kelompok dengan angket atau wawancara secara pribadi.
c)       Penelitian Eksperimen, memanipulasi (mengatur, merekayasa) atau mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tujuan penelitian.
d)       Penelitian Observasi, memperoleh informasi secara langsung dari tingkah laku orang yang diamati.

Berdasarkan Taraf Pemberian Informasi
a)       Penelitian Deskriptif, mengumpulkan suatu masalah dan keadan sebagaimana adanya.
b)       Penelitian Eksplanasi, tidak hanya menjawab pertanyaan “apa” atas suatu persoalan, tetapi juga menggambarkan mengapa suatu persoalan dapat muncul.
c)       Penelitian Eksplorasi, menghasilakan penelitian yang lebih mendalam. Penelitian ini dapat menjawab pertanyaan kenapa?mengapa? bahkan pertanyaan bagaimana? Dari suatu fenomena sosial.

Berdasarkan Pendekatan
a)       Penelitian Kuantitatif, adalah penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan.
b)       Penelitian Kualitatif, adalah penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang dapat diperoleh.

G. METODE PENARIKAN SAMPLE
a)       Sampel Acak (random sample), setiap subjek memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.
b)       Sampel Berstrata (stratified sample), bila subjek penelitian terbagi atas strata-strata.
c)       Sampel Wilayah (area probability sample), dilakukan dengan mengambil wakil-wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.
d)       Sampel Proporsi (proportional sample), jumlah sampel tiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan populasinya.
e)       Sampel Bertujuan (purposive sample), dilakukan dengan cara pengambilan subjek bukan didasarkan pada strata, random, atau wilayah, tetapi pada tujuan tertentu.
f)        Sampel Kuota (quota sample), dalam mengumpulkan data, peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi tanpa menghiraukan dari mana  asalnya.

H. DATA
Pengertian:
Bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, tabel, lambang, objek, kondisi, situasi yang merupakan bahan baku informasi dalam penelitian.

Syarat Data
a)       Data harus objektif
b)       Data harus representatif
c)       Data harus mempunyai kesalahan baku yang kecil
d)       Data harus tepat waktu
e)       Data harus ada hubungannya dengan persoalan yang dipecahkan

Jenis  Data:
a)    Menurut cara memperolehnya
1.        Data Primer, data yang didapat langsung dari lapangan atau laboratorium.
2.        Data Sekunder, data yang diperoleh dari pihak lain.
b)    Menurut sumbernya
1.        Data Internal, adalah data yang menggambarkan keadaan dalam suatu organisasi.
2.        Data Eksternal, adalah data yang menggambarkan sesuatu di luar organisasi.
c)    Menurut Sifatnya
1.        Data Kualitatif, adalah data yang tidak berbentuk angka-angka.
2.        Data Kuantitatif, adalah data yang berbentuk angka.

d)    Menurut Skalanya
1.           Data nominal, data yang berasal dari pengelompokan peristiwa berdsarkan kategori tertentu yang perbedaannya hanyalah menunjukkan perbedaan kualitatif
               Contoh ; jenis kelamin manusia, agama.
2.           Data interval, data yang berasal dari objek atau kategori yang diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak antara tiap objek atau kategori adalah sama

Contoh ;     A                     B                     C
                                                 1                     2                     3

                         Interval A sampai C adalah 3-1=2. Data rasio

3.           Data rasio, data yang menghimpun semua ciri dari dat nominal, data ordinal, dan dat interval dan dilengkapi titik nol absolut dengan makna empris. Angka pada data ini menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari objek/kategori yang diukur
Contoh ; A dan B adalah dua orang mahasiswa Univeersitas “X” yang nilai mata kuliah metode penelitiannya masing-masing 60 dan 90. Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah 1,5 kali nilai A
4.           Data ordinal, data yang berasal dari objek atau kategori yang disusun menurut besarnya, dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya, dengan jarak atau rentang yang tidak harus sama.
               Contoh ; mengubah nilai ujian ke nilai prestasi, yaitu
                                                Nilai dari   80 – 100    adalah A
                                                Nilai dari   65 – 79       adalah B
                                                Nilai dari   55 – 64       adalah C
                                                Nilai dari   45 – 54       adalah D
                                                Nilai dari   0 – 44          adalah E
                                               
Metode Pengumpulan Data
1. Obeservasi
Merupakan metode pengumpulan data dengan mengamati secara langsung di lapangan.

Bentuk-bentuk observasi :
a)       Observasi biasa, pengamat (observer) tidak memiliki keterlibatan apapun objek penelitiannya.
b)       Observasi terkendali, sasaran penelitian ditempatkan dalam suatu ruangan yang terbatas untuk diamati dan diadakan berbagai percobaan oleh pengamat.
c)       Observasi partisipasi, peneliti terlibat dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang dijadikan objek penelitian.
2. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si peneliti dengan objek penelitian.
Jenis-jenis wawancara :
a)       Wawancara berencana, terdapat suatu daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.
b)       Wawancara tidak berencana, terbagi atas metode wawancara berstruktur dan wawancara tidak berstruktur.
·          Wawancara terfokus, yaitu wawancara yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak mempunyai struktur tertentu, tetapi terpusat kepada satu pokok.
·          Wawancara bebas, yaitu wawancara yang pertanyaan-pertanyaan tidak terpusat, dapat berpindah dari satu pertanyaan ke pertanyaan yang lainnya.
c)       Wawancara tertutup dan wawancara terbuka
Wawancara tertutup, daftar pertanyaannnya berupa pertanyaan tertutup.
Wawancara terbuka, daftar pertanyaannnya berupa pertanyaan terbuka.
Keuntungan wawancara :
1)       Salah satu teknik terbaik untuk mendapatkan data pribadi.
2)       Tidak terbatas pada tingkat pendidikan tertentu, asalkan informan dapat berbicara dengan baik.
3)       Dapat dijadikan pelengkap teknik pengumpulan data lainnya.
4)       Sebagai penguji terhadap data yang didapat dengan teknik pengumpulan lainnya.
3. Metode Kuesioner
Kuesioner adalah pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan.
Kelebihan kuesioner :
1)       Tidak memerlukan hadirnya peneliti karena kuesioner dapat dikirimkan.
2)       Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden.
3)       Dapat dijawab oleh responden menurut kesempatan dan waktu yang tersedia.
4)       Dapat dibuat anomin (tidak menyebutkan identitas responden) sehingga responden tidak malu-malu dan dapat menjawab setiap pertanyaan dengan jujur.
5)       Bersifat standar sehingga semua responden mendapat pertanyaan yang sama.
Kelemahan kuesioner :

1)       Metode kuesioner hanya bisa digunakan apabila respondennya dapat membaca dan menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar