Senin, 24 Maret 2014

Semangat NgASI for Better GenerASI

Akhir-akhir ini saya mulai jengah dengan berbagai macam iklan susu formula (sufor). Setiap hari entah ada berapa kali iklan berbagai jenis sufor yang ditayangkan. Pada setiap iklan sufor, mayoritas menggambarkan bahwa dengan minum sufor anak menjadi cerdas, banyak akal sampai tumbuh kuat. Dan yang terbaru ada iklan  sufor yang menggambarkan bahwa jika anak tidak suka sayur, bisa diatasi dengan sufor yang mengandung sayuran.
Pada dasarnya saya percaya bahwa Tuhan itu selalu menciptakan sesuatu sesuai dengan fitrahnya dan setiap ciptaan Tuhan itu selalu baik bagi makhluk Nya. Tuhan menciptakan ASI (Air Susu Ibu), memang untuk anak manusia. Air susu sapi untuk anak sapi. Tapi entah sejak kapan dengan masifnya iklan di media massa, logika manusia mulai banyak yang terbalik. Air susu sapi untuk anak manusia. Sekarang ini banyak orang yang percaya bahwa sufor yang terbuat dari air susu sapi itu lebih baik daripada ASI. Lebih parahnya banyak yang percaya bahwa semakin mahal sufor semakin bagus pula kandungan gizinya. Dan itu juga yang banyak ibu-ibu berbangga hati jika mereka bisa memberikan sufor dengan harga yang sangat mahal.
Banyaknya orangtua yang lebih memilih memberikan sufor pada anaknya tidak terlepas dari kurang sadarnya manfaat ASI, minimnya dukungan dari lingkungan sekitar dan semakin mASIfnya propagandan sufor yang diiklankan setiap harinya. Berikut ini adalah perbandingan kandungan yang terdapat dalam ASI dan sufor.
ASI
SUSU FORMULA
Kaya DHA dan AA untuk pembentukan sel otak, mudah diserap usus bayi, kaya kolesterol, mengandung enzim pencerna lemak
Seringkali kurang DHA, tidak ada kolesterol, tidak diserap secara sempurna
Mengandung lactoferin (baik untuk usus), lisosim (enzim anti mikroba), kaya protein pembangun tubuh dan otak
Tidak ada lactoferin dan lisosim. Protein pembangun tubuh dan otaknya kurang
Kaya laktosa (karbohidrat penting untuk perkembangan otak) dan oligosakarida yang meningkatkan kesehatan usus
Kurang laktosa dan oligosakarida bahkan dalam beberapa susu formula tidak terkandung di dalamnya
Kaya akan sel darah putih dan imunoglobulin (untuk antibodi)
Tidak ada sel darah putih atau sel lainnya, sedikit imunoglobulin dan biasanya jenis yang salah
ASI mengandung lemak tak jenuh yang tinggi yaitu 34 persen, sehingga ia memiliki asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids).
Lemak tak jenuhnya hanya 3 persen sehingga ia lebih banyak asam lemak tak jenuh rantai pendek, sehingga bisa menyebabkan obesitas
Mengandung zat besi, zink dan kalsium, (besi mampu diserap sekitar 50-75%), juga mengandung antioksidan
Tidak diserap dengan baik, mengandung antioksidan
Kaya enzim pencerna seperti lipase dan amilase. Kaya hormon seperti tiroid, prolaktin, oksitosin.
Kurang enzim dan hormon
Komposisi zat gizi ASI sejak hari pertama menyusui biasanya berubah dari hari ke hari. Misalnya kolostrum (cairan bening kekuningan yang keluar pada awal kelahiran) terbukti mempunyai kadar protein yang lebih tinggi, serta kadar lemak dan laktosa yang lebih rendah dibandingkan ASI mature (ASI yang keluar pada hari ke-10 setelah melahirkan). Kandungan kolostrum yang seperti ini akan membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang belum berfungsi optimal. Selain itu komposisi ASI pada saat mulai menyusui (foremilk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hindmilk). Kandungan protein foremilk (berwarna bening dan encer) tinggi, tetapi kandungan lemaknya rendah bila dibandingkan dengan hindmilk (berwarna putih dan kental).
Komposisi zat gizinya selalu sama untuk setiap kali minum (sesuai aturan pakai).
ASI juga mengandung whey (protein utama dari susu yang berbentuk cair) lebih banyak daripada casein (protein utama dari susu yang berbentuk gumpalan) dengan perbandingan 65 : 35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.
Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat diserap oleh tubuh bayi. Misalnya, protein susu sapi tidak mudah diserap karena mengandung lebih banyak casein. Perbandingan whey dan casein dalam susu sapi adalah 20 : 80.
Pembentukan enzim pencernaan bayi baru sempurna pada usia kurang dari 5 bulan. ASI mudah dicerna bayi karena mengandung enzim-enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencernaan. Akibatnya, lebih banyak sisa pencernaan yang dihASIlkan dari proses metabolisme (proses pembakaran zat-zat di dalam tubuh menjadi energi, sel-sel baru,dll) yang membuat ginjal bayi harus bekerja keras.
Cita rasa ASI bervariASI sesuai dengan jenis senyawa atau zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.
Bercita rasa sama dari waktu ke waktu.
Ekonomis dan praktis
Tidak ekonomis dan tidak praktis
ASI dalam payudara ibu selalu steril
Pembuatan sufor memerlukan lingkungan dan alat-alat yang higienis
Sumber : Dokumen AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)

Berdasarkan tabel diatas kita dapat melihat perbedaan komposisi yang terdapat pada ASI dan susu formula. Berdasarkan komposisi yang telah disebutkan dalam tabel, maka dapat diuraikan beberapa manfaat ASI, mulai dari manfaat secara fisik, psikologis,kecerdasan, ekonomis sampai manfaat ekologis.

Manfaat ASI Secara Fisik (Kesehatan Bayi)
1.    Mengoptimalkan sistem imun
Zat yang terkandung dalam (sel darah putih dan imunglobin) ASI mampu meningkatkan kadar imunitas bagi bayi. Semakin tinggi imunitas bayi maka semakin rendah kemungkinannya untuk terserang penyakit.
2.    Mencegah alergi
Dewasa ini dengan semakin modernnya zaman yang berbanding lurus dengan semakin rusaknya lingkungan, banyak alergi yang di derita oleh bayi. Mulai dari asma hingga kulit yang gatal dan kemerahan. Bayi yang mengkonsumsi ASI lebih rendah terkena alergi dibandingkan bayi yang mengkonsumsi sufor, walaupun memiliki keluarga dengan riwayat alergi.
3.    Mengurangi resiko infeksi usus
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bayi yang diberikan susu formula lebih awal berisiko untuk mendapat infeksi usus seperti diare dan sebagainya. Sebaliknya dengan pemberian ASI secara ekslusif pada bayi sekurangnya selama 6 bulan akan mencegah infeksi usus ini pada bayi. Sebab ASI mengadung zat protektif berupa laktobASIlus bifidus. LaktobASIlus bifidus berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluran pencernaan bersifat asam sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E.coli yang sering menyebabkan diare pada bayi.
4.    6-8 kali lebih jarang menderita kanker anak seperti leukemia limphositik, neuroblastoma, lymphoma maligna.
5.    16,7 kali jarang kena pneumonia.
6.    3 kali lebih jarang terkena risiko dirawat karena sakit saluran pernafasan dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Proses menyusui membuat bayi menghisap payudara, koordinASI syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna. Sehingga dapat menurunkan resiko terserang penyakit saluran pernafasan.
7.    Menghindarkan dari kurang gizi, kurang vitamin dan mengurangi risiko kencing manis.
Lemak merupakan kandungan gizi yang terberasar dalam ASI. Lemak merupakan sumber energi utama. Kadar  lemak ASI berubah-ubah secara otomatis sesuai dengan kebutuhan gizi bayi dari hari ke hari. Lemak dapat diolah, dicerna dan diserap baik karena dalam ASI sekaligus terdapat enzim lipase yang bertugas membantu proses metabolisme lemak.
ASI mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi, seperti Zat
gizi mikro penting itu antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, tiamin, riboflavin, kalsium, fosfor, fluor.

Manfaat ASI Secara Psikologi
1.    Meningkatkan rasa percaya diri Busui (Ibu Menyusui)
Menjadi seorang ibu adalah impian bagi sebagian besar perempuan. Menjadi ibu adalah anugerah yang patut disyukuri dan di jaga baik-baik. Sebagai ibu tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Salah satunya adalah dengan memberikan ASI, yang merupakan hak bagi setiap bayi. Ibu menyusui akan lebih percaya diri dan gembira, sebab dia mampu memberikan makanan terbaik bagi bayinya. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi sehingga dapat meningkatkan produksi hormon terutama hormon oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.
2.    Mempererat interaksi antara ibu dan bayi
Dengan proses menyusui maka akan tercipta interaksi antara ibu dan bayi. Semakin sering proses menyusui maka semakin sering pula terjadinya interaksi antara ibu dan bayi sehingga menciptakan kesatuan diantara keduanya. Pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.
3.    Menguatkan bonding antara ibu dan bayi
Bonding adalah ikatan yang kuat antara ibu dan bayi. Dengan bonding dapat menciptakan kehangatan, kasih sayang, rasa bahagia, rasa aman, serta saling mencintai. Jika bonding tersebut terus terjaga, maka bayi akan merasa aman, dicintai, dan terlindungi. Menyusui adalah kegiatan yang paling efektif untuk melakukan sentuhan kulit. Semakin sering proses menyusui makan skin to skin antara ibu dan bayi juga semakin sering. Menyusui  juga membuat ibu bisa berlatih mengetahui keinginan bayi. Perhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya. Dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, bayi akan belajar untuk percaya dan nyaman bersama ibu.

Manfaat ASI Bagi Kecerdasan Bayi
1.    Hasil penelitian di Inggris dari 1.736 anak ASI umumnya mempunyai pendidikan yang tinggi. Penelitian ini tidak membedakan latar belakang sosial ekonomi.
2.    Penelitian di Denmark terhadap 3.253 orang menemukan fakta bayi yang disusui sejak kurang 1 bulan IQ-nya lebih rendah dibandingkan dengan yang disusui 7-9 bulan. Jadi, ada korelasi pemberian ASI dengan tingkat IQ.
3.    Metaanalisa menemukan terhadap 40 penelitian, bahwa 68 persen menyimpulkan menyusui meningkatkan kepandaian.
4.    Mempercepat proses Myelin
Myelin merupakan serabut saraf putih putih panjang, yang menghubungkan berbagai area di otak. Area ini digunakan bayi untuk belajar. Hasil riset menunjukkan, bayi yang hanya memperoleh ASI memiliki proses myelinasi tercepat. Sedangkan bayi dengan asupan susu formula, memiliki myelinasi yang paling sedikit.
5.    Membantu perkembangan otak
ASI mengandung AA dan DHA yang dapat membantu perkembangan otak bayi. Walaupun sekarang banyak susu formula yang menambahkan dua jenis asam lemak tersebut, tentunya kualitasnya lebih bagus yang terdapat dalam ASI. Hal ini disebabkan dalam ASI terdapat enzim lipase yang membantu penyerapan AA dan DHA secara lebih optimal. Dalam susu formula tidak terdapat enzim ini, sehingga penyerapan AA dan DHAnya masih dipertanyakan, apakah sesuai dengan usus bayi.
6.    Menumbuhkan EQ pada bayi
Proses menyusui menciptakan kedekatan yang intim antara ibu dengan bayi. Hal ini mampu menumbuhkan kecerdasan emosional pada bayi. Bayi yang disusui memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi.

Manfaat ASI secara ekonomis
ASI adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan, berjuta manfaat dan disediakan secara gratis. Pemberian ASI pada bayi sampai usia dua tahun mampu menghemat pengeluaran keluarga. Silahkan dihitung sendiri, misalnya untuk satu bulan bayi menghabiskan 4 kaleng susu formula  ukuran 1 kg yang harganya bervariasi mulai dari 100-500 ribu. Berapa juta yang bisa dihemat bila ibu memberikan ASI pada bayi. Pengeluaran pembelian susu formula bisa dialihkan untuk kebutuhan bayi yang lebih penting, misalnya pemberian makanan bergizi dan tabungan pendidikan.
Pada penjelasan sebelumnya, ASI mampu meningkatkan imunitas pada bayi sehingga bayi jarang sakit. Bila bayi terus sehat, maka ibu tak perlu rutin berkunjung ke dokter spesialis anak. Tak ada pengeluaran untuk biaya berobat dan menebus resep.

Manfaat ASI secara Ekologis
Menurut penuturan dr. Zhang Wenhua, Dokter spesialis anak, pemberian ASI mampu membuat manusia lebih menyayangi bumi dan menjaga kelestarian alam. ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu dipanaskan dan disteril, bisa mengurangi pemborosan bahan bakar, lagi pula untuk memenuhi kebutuhan susu bubuk yang berlebihan, dunia kita membutuhkan berapa alam hijau, bahkan menebang pohon pelindung hutan, untuk memelihara sapi perah yang lebih banyak? Melepaskan susu bubuk dan menggunakan ASI, bisa menghemat berapa banyak sampah botol dan kaleng susu yang dibuang? Jika setiap wanita setelah melahirkan mau menyusui dengan ASI selama 1 tahun, tentunya akan menghemat berapa banyak pembalut wanita?
.
Sekarang kita semua sudah tau kandungan yang terdapat dalam ASI. Kita juga mengerti bahwa ASI memiliki sejuta manfaat, tidak hanya bagi bayi tapi juga bagi lingkungan sekitar. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberikan ASI pada bayi kita. Berikan yang terbaik bagi buah hati kita, ASI adalah kado terindah bagi bayi dan juga merupakan hak bayi yang wajib dipenuhi. Mari ibu indonesia semangat ngASI for better generASI.



Sumber Referensi :
·         Facebook. AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)
·         www.bidanku.com
·         www.parenting.com
·         www.kompas.com
·         www.ibusehat.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar