Rabu, 16 April 2014

Menanti Si Garis Hijau


Sejak Chacha lahir saya punya kegiatan rutin baru, pergi ke posyandu. Setiap bulan saya selalu pergi ke posyandu, untuk memonitor pertumbuhan Chacha juga untuk imunisasi. Chacha memang ukuran tubuhnya lebih kecil dari bayi yang seumuran dengannya. Saat lahir berat badannya 2,8 kg dengan tinggi badan 51cm. Tapi alhamdulillah setiap bulan tubuhnya selalu bertambah. Berat dan tingginya selalu naik, sesuai dengan grafik yang ada di KMS (kartu Menuju Sehat).
Tapi saat usia delapan bulan timbul persoalan. Berat badan (BB) Chacha berada di garis kuning KMS. Itu artinya peringatan jika BB nya kurang dari standar bayi seusianya. Perasaan saya campur aduk, antara sedih, cemas, bingung dan takut. Sedih melihat Chacha yang dibilang kurang sehat. Cemas memikirkan bagaimana pertumbuhan Chacha kedepannya. Bingung apakah saya selama ini salah memberikan asupan gizi. Takut jika bulan depan BB nya semakin turun. Duh sumpah semuanya campur aduk dan menguras emosi.
Padahal selama ini saya terus memberikan Chacha ASI (air susu ibu), asi adalah minuman terbaik bagi bayi. Memang bayi asi nggak segemuk bayi yang mengkonsumsi susu formula (sufor), karena asi tidak mengandung gula tambahan seperti yang terdapat pada sufor. Tapi harusnya juga bb nya berada di garis warna hijau, bukan kuning. Padahal sejak usia enam bulan saya terus memberikan Chacha mpasi (makanan pendamping asi) yang saya buat sendiri. Tentunya saya berikan bahan-bahan yang terbaik, buah-buahan, sayuran, daging baik sapi ataupun ayam. Padahal Chacha selalu lahap makannya, tidak pilih-pilih makanan.
Sikap tenaga kesehatan yang ada di posyandu semakin membuat saya depresi. Banyak sekali label yang diberikan kepada Chacha, mulai dari kuruslah sampai ada yang bilang kalau Chacha kurang gizi. Bidannya juga tanpa perasaan bilang kalau kualitas asi saya jelek. Bidan juga bilang kalau asi sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi, harus di bantu dengan sufor. Duh ini bidan nggak belajar apa ya, sejak kapan sufor lebih baik daripada asi. Saya bersihkukuh untuk tetap memberikan asi.
Bulan kedua, saat datang ke posyandu BB Chacha tidak mengalami perkembangan. Tetap di angka yang sama seperti bulan lalu. Duh jangan tanya gimana perasaan saya saat itu. Lebih tertekan dari bulan lalu. Akhirnya saya bawa Chacha ke dokter spesialis anak langganan kami. Dokter tersebut pro asi dan pro RUM (rational use medicine). Saat diperiksa kata dokter tidak ada masalah. Menurutnya indikator pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari berat badan. Secara fisik, ada tiga indikator yang dilihat untuk mengetahui kesehatan pertumbuhan anak. Tiga hal tersebut antara lain berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar kepala (LK). TB dan LK nya Chacha berada di ukuran normal, grafik sehat. Memang BB nya masih kurang, masuk kategori kurus, bukan gizi buruk. Selain ukuran-ukuran tersebut kesehatan anak juga dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari. Selama ini Chacha sangat aktif, setiap hari kosa katanya semakin bertambah, nggak ada tanda-tanda yang menunjukka gejala penyakit tertentu.
Dokter juga bilang, berat badan anak juga disebabkan faktor genetik. Bisa jadi Chacha nggak bisa gemuk karena memang dulu ibunya juga kecil. Jadi kesimpulannya Chacha sehat-sehat saja, saya tak perlu risaukan berat badannya. Namun kedepannya saya harus memperbaiki pola makan Chacha. Makannya harus lebih sering tapi dalam porsi yang wajar. Sehari Chacha makan 3x dan camilannya 2x. Oke saya ikuti semua saran dokter.
Bulan ketiga datang, saya nggak berani bawa Chacha ke posyandu. Saya minta tolong pada mama. Saya nggak berani ketemu bidannya, takut di bully. Dan lagi-lagi saya harus kecewa saat melihat KMS Chacha. Lagi-lagi BB nya nggak ada peningkatan. Sama seperti dua bulan yang lalu. Lagi-lagi yang nambah tinggi badannya saja. Ya Tuhan, salah apa saya. Segala saran dokter sudah saya lakukan. Tapi kenapa BB chacha nggak ada perubahan.
Setelah mencari-cari info di berbagai milis yang membahas mpasi dan kesehatan bayi, saya baru tahu cara yang efektif untuk menambah berat badan bayi. Saya kira pemberian makanan dobel karbo bisa menggenjot berat badan anak. Ternyata untuk bayi dibawah satu tahun yang lebih efektif menambah berat badan adalah makanan dobel protein. Selain itu juga pemberian lemak tambahan yang di dapat dari keju, EVOO (Extra Virgin Olive Oil) dan unsalted butter. Oke  akhirnya saya mulai memberi makan chacha dengan menu dobel protein dan memberikan sumber lemak tambahan.
Akhirnya tiba waktunya posyandu, saya tetap minta tolong kepada mama untuk membawa chacha ke posyandu. Saya dirumah menunggu dengan harap-harap cemas. Alhamdulillah, sujud syukur saat melihat KMS chacha. BB nya naik dua kilo dan sudah di garis normal (garis hijau). Tinggi badannya juga naik. Alhamdulillah usaha saya berhasil, Chacha BB nya sudah sesuai dengan umurnya.

Seminggu lagi Chacha genap berusia satu tahun. Doa saya semoga dia selalu tumbuh sehat dan cerdas. Dan saya akan terus belajar menjadi ibu yang baik untuknya. Sebab dia adalah anugerah Tuhan yang wajib saya syukuri dan saya rawat dengan baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar