Selasa, 26 Januari 2016

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Pada Anak Usia Dini

Selama ini kita semua selalu membangga-banggakan kecerdasan intelektual (IQ) sebagai indicator dalam meraih kesuksesan. Padahal menurut penelitian, kecerdasan intelektual hanya menyumbang 20% dalam meraih kesuksesan hidup. Sisanya yakni sebanyak 80% ditentukan oleh factor lain, termasuk kecerdasan spiritual (SQ).
Orang mengakui adanya Tuhan atau kekuatan yang luar biasa selain manusia akan mencari tujuan yang abadi, jangka panjang, dan mutlak. Selain itu, orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosi saja, tetapi ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual.
Lalu apa hakikat dari kecerdasan spiritual? Kapan waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan kecerdasan spiritual? Bagaimana cara untuk bisa mengembangkan kecerdasan spiritual?. Kecerdasan spiritual (SQ) menurut Zohar dan Marshal (dalam Agustian 2002:57), adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna disbanding dengan yang lain.
Pengembangan kecerdasan spiritual bisa dimulai sedini mungkin, misalnya pada usia balita. Masa balita merupakan periode emas dalam perkembangan anak. Masa balita merupakan waktu yang ideal bagi anak untuk mempelajari berbagai macam keterampilan dan kebiasaan-kebiasaan yang baik bagi perkembangan kehidupannya di masa yang akan datang.
Pengembangan kecerdasan spiritual pada balita bisa dilakukan dengan metode bercerita atau dengan membacakan buku. Bercerita atau membacakan buku mampu memperkuat anak dalam mengembangkan imajinasi, meningkatkan pengalaman, mengmbangkan penguasaan bahasa serta memberikan pelajaran budi pekerti dan nilai murni melalui peristiwa-peristiwa yang diungkap di dalamnya.
Buku Halo Balita membantu saya dalam mengembangkan keerdasan spiritual Chacha (33 bulan).  Ada lima jilid buku halo balita yang bertujuan mengembangkan kecerdasan spiritual yaitu :
1. Aku Sayang Allah, yang bertujuan mengenalkan anak pada Allah sebagai pencipta alam semesta, selain itu juga membuat anak menyadari keberadaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Aku Sayang Rasulullah, buku ini mengajarkan anak untuk menjadikan Rasul sebagai panutannya dan membuat anak menerapkan sikap Rasul dalam kehidupan sehari-hari.
3. Aku Bisa Wudhu dan Shalat, melalui jilid ini anak akan senang melakukan shalat dan wudhu, selain itu anak juga mengetahui bagaimana cara wudhu dan shalat yang baik dan benar.
4. Aku Belajar Puasa, tujuan nya membuat anak mau belajar puasa dan mengetahui manfaat yang di dapat jika berpuasa.
5. Aku Cantik Pakai Jilbab, cerita dalam buku ini membuat anak senang memakai jilbab dan mengetahui manfaat dari memakai jilbab.


Alhamdulillah sekarang Chacha mulai menyadari bahwa Allah itu ada. Sudah bisa mengucapkan doa sehari-hari, misalnya doa mau tidur, doa mau makan dan doa sesudah makan. Chacha juga mulai bisa melafadzkan surah-surah pendek, seperti Al Fatiha, Al Ikhlas dan An Nas. Mulai melakukan wudhu ketika ingin shalat bersama saya ataupun ayahnya. Soal jilbab, karena sejak umur 6 bulan saya bacakan buku yang berjudul “Aku Cantik Pakai Jilbab” dan mulai memakaikannya, kalau ke luar rumah dia selalu minta di pakaikan jilbab. Semoga saya dan ayahnya bisa terus mendidik Chacha untuk tumbuh menjadi anak yang sholeha. Amin…


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar