Kamis, 21 Januari 2016

Menjadi Pengurus AIMI Jawa Timur

pengurus baru AIMI Jatim 2015

Sejak masih duduk di bangku SMA, saya sudah aktif berorganisasi. Berbagai kegiatan organisasi saya ikuti. Mulai menjadi ketua ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja), pengurus madding, anggota SKI (Sie Kerohanian Islam) sampai menduduki jabatan sekretaris umum OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Aktif dalam organisasi membuat saya lebih semangat bersekolah. Banyak pengalaman yang saya dapatkan. Melalui organisasi kita bisa belajar pengorganisasian, kepemimpinan, team work dan bagaimana menjalin relasi.
Semangat berorganisasi ini berlanjut hingga menjadi mahasiswi. Apalagi saya adalah mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, fakultas yang terkenal menjadi gudangnya para aktifis kampus. Di kampus saya juga aktif di berbagai organisasi, aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa dan Organisasi Ekstra Kampus yang memiliki reputasi besar, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).
Seiring berjalannya waktu, setiap orang pasti mengalami perubahan dalam hidupnya. Begitu juga saya, terjadi perubahan yang cukup drastic dalam hidup saya. Saya yang dulu saat kuliah begitu aktif berorganisasi, ataupun saat bekerja juga sibuk berjibaku dengan urusan-urusan kantor mendaddak terhenti. Kesibukan rapat sana rapat sini tidak saya rasakan lagi. Saat saya memilih menghabiskan waktu untuk mengurus anak.
Sebenarnya saya juga buka full time mother secara 100 %, karena saya masih bekerja walaupun Cuma 2-4 jam sehari. Ya setelah dikaruniai anak pertama pada tahun 2013, saya memilih bekerja sebagai pengajar freelance di sebuah bimbingan belajar. Ya freelancer saya anggap sebagai jalan tengah. Saya tetap bisa melakukan tugas saya sebagai seorang ibu, yakni mendidik anak saya tapi saya juga bisa tetap mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di kuliah.
Namun seiring berjalannya waktu, kerinduan saya akan kegiatan berorganisasi mulai muncul. Tapi bingung, organisasi apa yang bisa saya ikuti. Pucuk dicinta ulam pun tiba, tak sengaja saat membuka facebook saya melihat ada pengumuman perekrutan pengurus baru AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Jawa Timur.  
Wah saya langsung bersemangat untuk mendaftar. Bukan hanya karena ngebet pengen berorganisasi lagi, tapi ini karena AIMI nya. AIMI begitu berjasa dalam kesuksesan saya dalam menyusui anak pertama saya. Informasi yang saya dapat di AIMI benar-benar mengedukasi saya tentang penting dan bermanfaatnya memberikan ASI (Air Susu Ibu) bagi anak saya. Saya mendaftar sebagai divisi riset. Riset adalah kemampuan yang saya miliki. Maklum jurusan saya sosiologi, dari kuliah sering penelitian. Selain itu saya juga pernah bekerja di lembaga riset.
Proses rekruitmennya memakan waktu yang lumayan lama,namun akhirnya saya diterima sebagai pengurus AIMI Jatim. Pelantikan pengurus secara resmi dilakukan pada 21 November 2015. Saya diterima di divisi Edukasi dan Pelatihan, bukan divisi riset yang seperti saya harapkan. Tapi nggak masalah buat saya, yang penting saya bisa menjadi pengurus AIMI Jatim. Lagipula divisi edukasi dan pelatihan juga cocok dengan latarbelakang pendidikan saya.
Diterimanya saya sebagai pengurus AIMI Jatim membuat saya bersemangat untuk bisa menyebarkan informasi tentang ASI yang selama ini sulit didapatkan dari media-media mainstream. Harapan saya informasi tentang ASI tidak hanya bisa diakses oleh kalangan yang melek internet. Tapi juga bisa didapatkan oleh masyarakat menengah kebawah yang mungkin masih banyak yang gagap internet. Semoga saya bisa memberikan sedikit manfaat bagi nak-anak di Indonesia. Agar mereka tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas karena cairan ajaib, yaitu ASI. Semoga…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar