Minggu, 20 Maret 2016

Mari Mendongeng

Setiap tanggal 20 Maret diperingati sebagai Hari Mendongeng Sedunia atau World Storytelling Day. Peringatan hari mendongeng sedunia biasanya dilakukan dengan cara mendongeng pada waktu siang atau malam, sebanyak mungkin di berbagai tempat, dan Negara juga sebanyak mungkin bahasa penuturnya. Hari mendongeng sedunia pertama kali dirayakan di Swedia pada tahun 1991-1992. Pada saat itu sejumlah penggagas menyelenggarakan Alla berattares dag (All Storytellers Day) yang diselenggarakan 20 Maret 1991 dan 20 Maret 1992. Kendati  setelah itu jaringan pendongeng nasional Swedia tak lagi menyelenggarakan All Storyteller Day, namun penyelenggaraan serupa justru dilakukan di beberapa Negara lainnya. Di Meksiko juga dilakukan kegiatan serupa yakni 20 Maret 1997 sebagai perayaan National Day of Storytellers. Pada tahun 1997 di Perth, Australia, diselenggarakan Celebration of Story yang berlangsung selama lima minggu. Tujuan kegiatan itu adalah untuk memperingati 20 Maret sebagai International Day of Oral Narrators.
Setelah itu banyak  negara yang menyelenggarakan peringatan Hari Mendongeng. Tahun 2004 istilah World Storytelling Day mulai muncul. Peringatannya pun semakin luas. Tahun 2006 ada 25 negara dari lima benua yang memperingatinya. Tahun 2009 World Storytelling Day diperingati di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia. Sejumlah pihak di Indonesia pun memperingatinya.
Sebelum berkembangnya teknologi informasi, anak-anak begitu akrab dengan dongeng. Mulai dari Si Kancil Anak Nakal, Malin Kundang sampai pada kisah Kelinci dan Kura-kura. Namun sejak internet, video dan film berkembang secara massif, dongeng mulai terpinggirkan. Anak-anak jaman sekarang tidak lagi akrab dengan dongeng. Orangtua mulai jarang membacakan dongeng pengantar tidur. Anak-anak sekarang lebih banyak tidur dengan di iringi berbagai hiburan dari televisi.
Padahal kegiatan mendongeng banyak memberikan manfaat bagi perkembangan anak, baik secara intelektual maupun spiritual. Pertama , mendongeng dapat meningkatkan bonding (kedekatan) antara orangtua dan anak. Kedua , dongeng mampu mengembangkan imajinasi anak. Dengan mendengarkan dongeng, imajinasi anak-anak akan semakin terasah. Orangtua bisa memilihkan dongeng-dongeng yang mampu mengembangkan imajinasi anak sesuai dengan usia anak. Ketiga, meningkatkan keterampilan berbahasa. Dongeng mampu menjadi stimulus dalam meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak. Anak-anak yang sering didongengi akan lebih percaya diri dan luwes dalam berbahasa. Keempat, mendorong minat baca anak. Anak-anak yang sering dibacakan dongeng dari buku, akan merasa tertarik dan penasaran dengan tulisan pada buku dongengnya. Buku dongeng yang berisi cerita-cerita menarik, akan membuat mereka ingin membacanya sendiri. Kelima , dongeng akan meningkatkan kecerdasan spiritual anak. Kecerdasan spiritual merupakan komponen yang tak kalah pentingnya bagi perkembangan anak. Dengan dongeng anak-anak akan mudah memahami nilai-nilai moral yang diilustrasikan dalam bentuk kisah dongeng tersebut. Keenam, dongeng mampu menumbuhkan rasa empati pada anak. Kisah-kisah dongeng yang bersifat positif akan membuat anak berempati pada lingkungan disekitarnya.
Dengan banyaknya manfaat yang di dapat dari kegiatan mendongeng ini seharusnya mampu membuat para orangtua untuk mulai menghidupkan kembali kegiatan mendongeng yang semakin redup di telan modernisasi. Namun dengan berbagai kendala, membuat mayoritas orangtua sekarang tidak membacakan dongeng untuk anak-anaknya. Salah satu kendala yang paling sering dialami orangtua saat mendongeng adalah kesulitan menyampaikan dongeng dengan cara yang menarik. Seringkali orantua mati gaya dalam menyampaikan dongeng yang mampu diserap oleh anaknya.

Berikut ini adalah tips bagaimana menyampaikan dongeng dengan cara yang menarik. Pertama, pilih tempat mendongeng yang nyaman dan tenang. Agar anak mudah menyerap isi dari dongeng yang disampaikan. Kedua, hafalkan cerita dongeng yang disampaikan, pahami garis besarnya dan lakukan improvisasi. Ketiga, libatkan emosi anda, munculkan berbagai ekspresi sesuai dengan kisah dongeng. Keempat, mengatur pernafasan dan memperhatikan intonasi suara yang sesuai dengan dongeng yang disampaikan. Kelima, sisipkan humor untuk menyegarkan suasana mendongeng. Keenam, bangun kondisi interaktif saat mendongeng. Melibatkan anak dalam kegiatan mendongeng akan membuat mereka lebih antusias. Ketujuh , bila memungkinkan gunakan alat peraga yang sesuai dengan dongeng yang dipilih, sehingga suasana mendongeng akan lebih hidup. Kedelapan , peka terhadap kondisi anak. Jangan mendongeng disaat anak sedang kelelahan, sebab mereka akan tidak antusias mendengarkan dongeng.

Melalui momen Hari Mendongeng Sedunia ini, mari kita hidupkan kembali kegiatan mendongeng. Mari mendongeng untuk generasi yang lebih baik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar