Senin, 02 Mei 2016

Antara Soewardi Suryaningrat dan Ki Hajar Dewantara



Sejak tahun 1959, setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai hari pendidikan nasional (hardiknas). Tanggal 2 Mei adalah hari lahir Raden Mas Soewardi Suryaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Jasa Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan amatlah besar. Sekolah Taman Siswa yang didirikannya pada tahun 3 Juli 1922, memjadikan pribumi memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.
Lantas bagaimanakan kondisi pendidikan bangsa Indonesia saat ini? Apakah pendidikan di Indonesia sudah mampu mencetak manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, merdeka lahir batih, luhur budi pekertinya serta cerdas dan dibekali ketrampilan, sebagiman yang menjadi tujuan berdirinya Taman Siswa?
Perayaan hardiknas layaknya tak sekadar seremonial belaka. Hardiknas selayaknya dijadikan momentum untuk muhasabah tentang sistem pendidikan saat ini. Bagaimana pendidikan menghasilkan generasi yang mampu memebangun bangsanya secara merdeka.
Nampaknya masih jauh panggang dari api. Jangankan mengenal gagasan Ki Hajar Dewantara, banyak generasi sekarang malah tak tau siapa itu Ki hajar Dewantara. Sebagaimana penelitian dari Ki Tato Darmanto, Ketua Pengurus Pusat Keluarga Besar Taman Siswa, Dari 100 responden siswa SMA/SMK, hanya 40% yang mengetahui tentang Ki Hajar Dewantara. Dari 40% yang mengaku tahu itu, hanya 10% yang tahu pemikirannya. (Kompas, 2 Mei 2016, halaman 1)".
Menurut pengalaman saya sebagai guru sejarah di sebuah bimbingan belajar , mereka bahkan tidak tau jika Soewardi Suryaningrat dan Ki Hajar Dewantara adalah orang yang sama. Ini saya alami sendidri, ketika membahas soal tentang siapa pendiri Taman Siswa. Mereka salah menjawab karena di pilihan jawaban tidak ada nama Ki Hajar Dewantara, yang ada nama Soewardi Suryaningrat. Lalu bagaimana bisa meneladani gagasan-gagasan Ki Hajar Dewantara, jika sosoknya saja tidak dikenal.
Sebagai seorang pendidik, apalagi mata pelajaran sejarah saya merasa gagal. Meskipun memang bukan kapasitas saya menerangkan secara mendetil tentang sosok Ki Hajar Dewantara. Maklum sebagai guru les, kami berfokus pada bimbingan penyelesaian soal-soal. Sebab kami berkeyakinan bahwa mereka sudah mendapat pengetahuan sebelumnya dari guru di sekolah. Mirisnya generasi sekarang lebih mengenal Song Joong Ki, Lee Min Hoo atau Kim Soo Hyun. Maka sebelum jauh terlamat, mari bersama-sama mengenal para pahlawan kita. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Menghargai para pahlawan bisa kita mulai dengan memepelajari biografinya, mencoba mengenal gagsan-gagasan yang dimiliki juga peran-peran yang telah dilakukan. Tak kenal maka kenalan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar