Senin, 19 September 2016

Peran Keluarga Dalam Menyusui




 Secara sosiologi, keluarga didefinisikan sebagai kesatuan sosial yang terikat oleh hubungan darah atau perkawinan atau adopsi yang masing-masing anggotanya memiliki peranan berlainan sesuai dengan fungsinya. Di dalam masyarakat terdapat beberapa tipe keluarga, antara lain keluarga inti (ayah, ibu dan anak-anak yang belum menikah) dan keluarga besar (selain ayah, ibu, dan anak-anak terdapat anggota keluarga lainnya). Peran keluarga terhadap keberhasilan menyusui sangatlah besar.

Peran Ayah
Ayah adalah sponsor utama dalam keberhasilan menyusui. Selama ini mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa proses menyusui adalah urusan antara ibu dan bayi. Padahal, agar proses menyusui berjalan sukses, ayah harus ikut berpartisipasi aktif, bahkan sejak proses kehamilan. Berikut ini adalah beberapa peran yang bisa dilakukan ayah dalam mendukung proses menyusui :
1. Memilih Fasilitas Kesehatan
Sukses memyusui dimulai sebelum proses persalinan, yaitu dengan memilih fasilitas kesehatan yang mendukung proses menyusui. Sebelum proses persalinan, ayah harus memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang dipilih memiliki sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui sesuai dengan aturan WHO.
2. Memberi Dukungan
Diawal proses menyusui merupakan saat-saat yang sulit bagi Ibu, sehingga tidak jarang beberapa Ibu menyusui mengalami stress bahkan terkena syndrome baby blues . Olehkarena itu dukungan Ayah sangat diperlukan. Dukungan yang bisa diberikan antara lain menemani ibu saat menyusui, terutama di malam hari. Dimana di awal kelahirannya, bayi lebih sering menyusu di malam hari. Selain menemani, ayah dapat membantu menyendawakan bayi setelah selasai menyusu. Dengan demikina, ibu merasa tidak sendirian sehingga menyusui menjadi hal yang menyenangkan.
3. Memberi Semangat
Pengalaman pertama menyusui seringkali membuat ibu tidak percaya diri. Banyak ibu yang merasa ASI nya kurang atau tidak cukup bagi bayi. Ayah perlu member semangat kepada ibu. Bahwa semakin sering ibu menyusui, semakin banyak ASI yang diproduksi. Ayah perlu meyakinkan kepada ibu bahwa produksi ASI itu selalu sesuai dengan kebutuhan bayi.
4. Memberi Bantuan
Proses menyusui terkadang menjadi proses yang sangat melelahkan bagi ibu, seringnya ibu terbangun di malam hari dan kurang istrirahat membuat ibu kelelahan. Rasa lelah yang dirasakan ibu seringkali membuat ibu tidak mampu mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Bantuan dari ayah akan mengurangi kelelahan ibu. Ayah bisa membantu mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan membatu merawat bayi. Misalnya membantu mengganti popok atau memandikan bayi.
5. Menciptakan Rasa Nyaman
Kelancaran produksi ASI juga bergantung pada rasa nyaman seorang ibu. Oleh karena itu, ayah harus mampu menciptakan rasa nyaman. Mengambilkan air minum dan camilan saat ibu sedang menyusui atau memijit kaki ibu, sehingga saat menyusui ibu merasa nyaman. Atau memijit punggung ibu ketika selesai menyusui, sehingga rasa lelah ibu hilang.
Peran Kakak si Bayi
Setiap anak memerlukan waktu untuk menerima kehadiran seorang adik. Oleh karena itu orangtua perlu membantu proses beradaptasi. Sebelum kelahiran si adik, seyogyanya orngtua sering mengajak kakak berinteraksi dengan adiknya yang masih ada dalam kandungan. Bila saat hamil kakak masih menyusu, maka harus disosialisaskan bahwa kelak kakak harus berbagi ASI dengan adik. Perlu diberitahukan bahwa adiknya harus didahulukan ketika memita ASI.
Saat menyusui bayi ibu juga bisa membacakan buku untuk si kakak. Dengan melibatkan kakak dalam proses menyusui pada akhirnya mampu menjadi sosialisasi kebiasaan menyusui bagi generasi yang akan datang.
Peran Nenek
Bagi ibu bekerja seringkali melibatkan nenek dalam proses pengasuhan bayi. Nenek menjadi pihak yang dititipi bayi jika ibu bekerja. Oleh karena itu peran nenek sangat signifikan dalam keberhasilan menyusui. Berikut peran nenek dalam mendukung ibu menyusui :
1. Memberikan ASIP Tanpa Dot
Bila ibu bekerja, nenek dapat memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perahan) melalui berbagai media, misalnya sendok, pipit, gelas sloki ataupun cup feeder. ASIP tidak diberikan melalui dot. Mengapa? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dot telah terbukti mengakibatkan penyapihan dini pada bayi. Bayi lebih senang menghisap dot dan menjadi tidak berselera menyusu langsung. Akibatnya rangsangan hisapan bayi ke putting susu menurun, sehingga produksi ASI menurun.
2. Membantu Menyiapkan Makanan Bergizi
Dukungan lain yang bisa diberikan nenek kepada ibu menyusui adalah membantu menyiapkan makanan bergizi. Ibu yang baru melahirkan seringkali masih merasa lemah sehingga belum bisa memasak sendiri. Bila ada nenek di rumah, nenek bisa membantu menyiapkan makanan bergizi, sehingga proses produksi ASI menjadi lancar.
3. Memberi Semangat
Nenek juga bisa member semangat pada ibu untuk terus memompa ASI secara rutin setiap dua jam sekali, bila ibu sedang bekerja, sehingga produksi ASI tetap lancar.
Demikian peran yang bisa dilakukan setiap anggota keluarga dalam mendukung ibu menyusui. Breastfeeding family menjadi factor pendorong utama dalam keberhasilan menyusui. Ayo dukung ibu menyusui. ASI untuk generasi yang lebih baik.[]
-Dian Kusumawardani, S.Sos, pengurus AIMI Jawa Timur, Divisi Edukasi dan Pelatihan

Dimuat di Koran Opini :
http://www.koranopini.com/sehatisa/untukmucinta/peran-keluarga-dalam-breatsfeeding

1 komentar: