Kamis, 05 Januari 2017

Perjalanan Hari Ini :

Gegara mendengar pengumuman jika pajak stnk dan bpkb naik 3x lipat,,panik lah kami
Baru ingat jika bpkb belum di mutasi, stnknya sudah alamat baru, bpkbnya belum

Padahal uda dari 2015 prosesnya
Cuma karena pindahan dan bpkb sempat hilang,ditambah melahirkan akhirnya tertunda lah urusan bpkb itu


Rencananya hari ini diantar adik bungsu, qadarallah semalam si adik kecelakaan,,jatuh dari motor
Alhamdulillah nggak parah,,cuma tangan kirinya bengkak,,blm bisa gerak
Jadi nggak bisa nyetir


Akhirnya nekad berangkat sendiri, naik gojek
Menempuh perjalanan 18, 4 km dari kedungturi ke samsat Tandes
Perjalanan 45 menit,,


Semula niatnya cuma urus bpkb, ternyata pajak stnk juga pas waktunya bayar
Yawes bayar pajak,,setelah antri satu jam akhirnya urusan beres

Bpkb asli ditinggal besarta foto copy stnk dan bukti pembayaran pajak
Seminggu lagi jadi,, gitu kata perugasnya

Untuk pulang ke rumah, saya order gojek lagi
Dan ternyata dapat driver perempuan
Uda gitu dia nggak tau jalan

Mau saya cancle kok kasian, dan saya juga pengen cepat-cepat sampai rumah
Maka saya pasrah

Bukannya underestimate sama perempuan,, toh saya juga perempuan
Cuma khawatir aja, sepanjang pengalaman saya di jalan raya,,rata-rata sebagian besar perempuan yang nyetir itu membahayakan


Sinenya ke kanan beloknya ke kiri
Suka nyalip tiba-tiba,padahal yang di depannya da kasih tanda
Suka berhenti mendadak
Dan masih banyak yang lainnya


Driver saya ini masih muda,, hampir seumuran sama saya
Dia nggak tau jalan,,yawes saya yang mandu
Sepanjang jalan saya nggak berhenti berdoa dalam hati
Terus dzikir,,shalawat,,dan istigfar
Berharap sampai rumah dengan selamat


Sepanjang jalan, kecepatan normal sih
Tapi lihai berbelok-belok,, lihai nyalip
Becak,motor,mobil sampai truck dilawan
Duh,,makin deg-deg an jantung saya..


Saya bilang lurus aja ke arah jalan a.yani sampai bunderan waru
Dia bilang,, "oh berarti bonbin terus ya mbak"
Saya mengiyakan,,
Pas sampai taman pelangi dia mau belok,,dikira itu bunderan waru..
Duh Gusti..

Setelah melewati bunderan waru,,hati saya makin tak karuan..
Jalur maut ini,,banyak transformernya
Makin kenceng dzikir saya

Sepanjang jalan,sengaja saya nggak ajak omong
Takut dia nggak fokus nyetir,, walaupun aslinya saya penasaran
Mau tanya-tanya sejak kapan dia nggojek

Akhirnya,,masuk ispatindo mulai saya berani ajak dia ngobrol
Katanya dia baru kalau antar orang, biasanya antar barang
Itupun yang antar suaminya
Dan kalaupun antar orang biasanya sekitar surabaya barat, dekat rumah katanya
Rumahnya di daerah Tanjungsari

Mbak gojek ini asli bojonegoro,kalitidu tepatnya
Eaa tetangga kalau mudik,, saya kalau mudik ke kedungadem dan sukowati,,tempat keluarga besar suami


Anaknya tiga,yang paling kecil berusia tiga bulan
Lalu,obrolan berganti topik tentang ASI
Anaknya masih ASI, tapi kalau lagi di tinggal di kasih dot
Saya cerita, klo anak saya juga masih ASi
Tapi kalau saya tinggal, tetap minum ASI pakai sendok dan gelas
Lalu saya ceritakan cara memerah ASI, menyimpannya dan menyajikannya

Dia sangat senang,dan berterimakasih
Dia jadi tau,,kalau ternyata bisa tetap kasih ASI walau di tinggal kerja
Dia jadi tau,, kalau ASI itu tidak boleh di kasih pake dot
Dan dia juga tau,,kalau ASI nggak boleh di panaskan di kompor

Alhamdulillah,,saya sampai rumah dengan selamat
Alhamdulillah urusan stnk dan bpkb beres..
Alhamdulillah,, bisa menginspirASI mbak gojek untuk tetap memberikan ASI
Alhamdulillah..


Selamat hari Jum'at,, semoga berkah bagi kita semua...


#TheJourney
#ODOPfor99days#Enam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar