Minggu, 15 Januari 2017

Sebuah Sertifikat

Nyesss,, rasanya hati ini kala melihat postingan facebook teman-teman.
Seingatku sudah beberapa kali kudapati teman-temanku memposting sertifikat.
Mereka memposting sertifikat penghargaan dari kantornya, sertifikat sebagai pegawai teladan ataupun sertifikat kenaikan jabatan.
Captionnya semakin mengiris hati " Buat anakku,, semoga bangga dengan ibumu nak".

Aduhhh,,, apa yang bisa kubanggakan?
Aku cuma ibu rumah tangga yang nyambi jadi guru les.
Dari penghasilan maupun prestasi sangatlah jauh dengan teman-temanku itu.
Rata-rata mereka menjadi pegawai bank, pegawai negeri atau karyawan perusahaan asing.
Akankah anakku bangga punya ibu seperti aku?
Seharian berdaster dan mengurusi dapur, sumur serta kasur.

Ah ternyata post power syndrome itu masih belum meninggalkanku.
Emosiku selalu teraduk bila teringat karir yang aku tinggalkan lima tahun yang lalu.
Karir yang sangat aku impikan sejak jadi mahasiswa.
Karir yang jadi inspirasiku untuk menulis tugas akhir.
Karir yang hanya kurasakan selama satu tahun merantau di ibukota.
Karir di perusahaan konsultan internasional.

Tahun kelimaku menjadi ibu, aku berkesempatan menimba ilmu melalui Institut Ibu Profesional.
Betapa terkejutnya aku,,ternyata menjadi ibu itu bukanlah sekedarnya.
Bahwa menjadi ibu itu adalah sebuah pilihan sadar, sehingga harus siap dengan segala konsekuensi yang dihadapi.
Bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Karenanya seorang ibu harus punya banyak ilmu.
Oleh karena itu seorang ibu harus selalu belajar.

Dua bulan mengikuti kelas matrikulasi koordinator Institut Ibu Profesional, membuka mata dan hati sayNyesss,, rasanya hati ini kala melihat postingan facebook teman-teman.
Seingatku sudah beberapa kali kudapati teman-temanku memposting sertifikat.
Mereka memposting sertifikat penghargaan dari kantornya, sertifikat sebagai pegawai teladan ataupun sertifikat kenaikan jabatan.
Captionnya semakin mengiris hati " Buat anakku,, semoga bangga dengan ibumu nak".

Aduhhh,,, apa yang bisa kubanggakan?
Aku cuma ibu rumah tangga yang nyambi jadi guru les.
Dari penghasilan maupun prestasi sangatlah jauh dengan teman-temanku itu.
Rata-rata mereka menjadi pegawai bank, pegawai negeri atau karyawan perusahaan asing.
Akankah anakku bangga punya ibu seperti aku?
Seharian berdaster dan mengurusi dapur, sumur serta kasur.

Ah ternyata post power syndrome itu masih belum meninggalkanku.
Emosiku selalu teraduk bila teringat karir yang aku tinggalkan lima tahun yang lalu.
Karir yang sangat aku impikan sejak jadi mahasiswa.
Karir yang jadi inspirasiku untuk menulis tugas akhir.
Karir yang hanya kurasakan selama satu tahun merantau di ibukota.
Karir di perusahaan konsultan internasional.

Tahun kelimaku menjadi ibu, aku berkesempatan menimba ilmu melalui Institut Ibu Profesional.
Betapa terkejutnya aku,,ternyata menjadi ibu itu bukanlah sekedarnya.
Bahwa menjadi ibu itu adalah sebuah pilihan sadar, sehingga harus siap dengan segala konsekuensi yang dihadapi.


Bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya.
Karenanya seorang ibu harus punya banyak ilmu.
Oleh karena itu seorang ibu harus selalu belajar.

Dua bulan mengikuti kelas matrikulasi koordinator Institut Ibu Profesional, membuka mata dan hati saya.
Menjadikan saya sadar dan mulai menerima peran utama saya, sebagai ibu.
Membuat saya harus banyak belajar dan belajar.
Terus memantaskan diri, agar mampu menjadi madrasah bagi anak-anak saya.
Dan melapangkan hati saya, untuk tidak silau dengan kehidupan orang lain.
Menerima tanpa drama, pilihan yang sudah saya ambil.
Menjadi ibu, tak sekedar ibu.
Ibu profesional kebanggaan keluarga.

Daaannn,, aku pun punya sertifikat... :)

#AliranRasa
#Muhasabaha.
Menjadikan saya sadar dan mulai menerima peran utama saya, sebagai ibu.
Membuat saya harus banyak belajar dan belajar.
Terus memantaskan diri, agar mampu menjadi madrasah bagi anak-anak saya.
Dan melapangkan hati saya, untuk tidak silau dengan kehidupan orang lain.
Menerima tanpa drama, pilihan yang sudah saya ambil.
Menjadi ibu, tak sekedar ibu.
Ibu profesional kebanggaan keluarga.

Daaannn,, aku pun punya sertifikat... :)

#AliranRasa
#Muhasabah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar