Senin, 13 Februari 2017

Mendidik Diri, Mendidik Lisan

Pada 6 februari kemarin saya tepat berusia 30 tahun.
Usia yang tak lagi muda, usia yang tepat untuk mengambil suatu perubahan besar.
Maka di momentum berkurangnya usia tersebut ( ulangtahun mengingatkan saya bahwa jatah hidup di dunia semakin berkurang) saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Khususnya dalam menjalani peran saya sebagai seorang ibu.

Ya, di usia tersebut saya sudah memiliki dua orang puteri yang cantik dan sholeha (insyaallah).
Tahun ini adalah tahun keempat saya menjadi ibu.

Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Ibu berperan besar dalam pembentukan watak, karakter dan kepribadian anak-anaknya.
Ia adalah sekolah pertama dan utama sebelum ananda mengenyam pendidikan di sekolah manapun.

Bila ingin mencetak generasi yang unggul dan robbani maka diperlukan ibu yang berilmu dan berahlak karimah.

Maka saya mulai mendidik diri lebih keras lagi.
Mulai dari mendidik lisan.
Kenapa mendidik lisan? Karena seringkali lisan lah yang membuat orangtua gagal mencetak anak yang berahlak.
Anak yang dibesarkan dengan cacian akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang penuh kebencian.
Anak yang selalu di labelling akan tumbuh menjadi individu yang menyimpang.

Betapa lisan adalah hal yang utama dalam proses pendidikan anak.
Metode yang saya lakukan dalam mendidik diri adalah melalui kontrol lisan sehari-hari.
Saya buat ceklist lisan berdasarkan 12 gaya komunikasi populer menurut Elly Risman.




Tanpa kita sadari, secara turun temurun 12 gaya komunikasi ini sering kita gunakan dalam percakapan sehari-hari.
Ketika anak sedang atau tidak bermasalah pun, jika kita sering meresponnya dengan menggunakan 12 gaya populer ini, anak akan merasa tidak percaya dengan emosi atau perasaannya sendiri.
Padahal sangat penting bagi anak untuk belajar percaya dengan perasaannya dan dirinya, hal tersebut akan mendukung perkembangan emosinya dan mendorong anak tumbuh menjadi percaya diri.
Jika perkembangan emosi anak baik, ia juga akan memiliki kontrol diri yang baik ketika menghadapi suatu masalah, bahkan ia akan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Dengan ceklist ini saya akan berusaha untuk terus mengontrol lisan.
Berpacu setiap hari agar bisa meminimalisir bahkan menghilangkan kebiasaan menggunakan 12 gaya bahasa populer.

Memang tidak mudah.
Mengontrol lisan berbanding lurus dengan mengontrol emosi.
Bila emosi terkontrol, lisan akan terpelihara.

Saya akan terus berusaha.
Menjadikan saya ibu yang selalu mengucapkan hal yang baik-baik pada anak.
Bukankah ucapan ibu itu adalah doa?

#Muhasabah
#CatatatanHarianBunda
#Parenting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar