Kamis, 23 Maret 2017

Montesori Untuk Anak

Pendidikan Montessori untuk anak.

Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamualaikum, selamat sore para ibu-ibu yang baik.. perkenalkan, nama saya dr. Pinansia, tapi cukup panggil ibu pinan aja yaaa.

Jadi berawal dari saya lagi memilih mainan ke anak saya, saya dan suami yg notabene dokter umum, tahu diri bahwa kami ndak bisa kasih mainan2 mahal ke anak. Dari situ saya cari2 mainan yg enggak mahal, tapi bisa stimulasi yg baik ke anak saya. Lalu dalam proses lumayan panjang, akhirnya saya menemukan metode montessori ini.

Saya baca artikel, buku2, dll dsb.. enggak membuat saya puas. Akhirnya saya ikutan pelatihan intensif montessori selama 5 hari. Apa yg saya dapat? Amazing! Ternyata montessori yg diceritakan dan diposting ibu-ibu hits itu, enggak begitu. Dari situ saya bersemangat untuk meluruskan filosofi montessori itu sendiri.

Oke lanjut ke pembahasan yah..


Apa itu Montessori?


Montessori itu adalah sebuah metode pengajaran anak usia dini yang dicetuskan oleh dr. Maria Montessori.

Prinsipnya adalah:

"Children teach themselves".

Ibaratnya kalo kita nanem tumbuhan nih yaaa.. apa yg akan kita lakukan? Pastikan dia di tempat yg kena sinar matahari, trus disirem aer, dan dikasih pupuk. Voila! Dia akan tumbuh dan berkembang dengan caranya.

Gitu juga dengan anak. Golden period pada anak adalah 0-5 tahun. Dalam rentang waktu itu, otaknya akan berkembang sangaaat pesat, di usia 0-3 tahun, si anak ini ibaratnya kayak sponge (unconsious mind), apa yg dia dapat di lingkungan dia, itulah yg dia serap.

Setelah 3 tahun, barulah anak ini masuk ke consiuos mind, dimana dia sudah punya kemauan, sudah tahu minatnya kemana.

Tiap anak juga punya spiritual embryo. Istilahnya kayak 'potensi' dalam diri dia masing2, masing2 loh yaaa.. semua anak pasti berbeda.

Lalu apa yg bisa kita lakukan? Kita hanya bisa intervensi dari luar dia aja, selebihnya ya biarkan dia berkembang sesuai potensinya.

Gimana caranya? Ya kita siapkan 'lingkungan' yg aman dan mendukung anak berkembang. Biarkan dia bebas explore lingkungannya.

Mungkin gak dilakuin di rumah? mungkin banget. Caranya? Ya bikin rumah yg aman. Kalo ada barang2 yg kira2 bahaya kayak furniture kristal, gunting, pisau, tarok diluar jangkauan dia. Semua barang untuk dia, ya kasih barang asli, tapi versi mini. Kursi kecil, meja kecil, sendok kecil, bahkan alat pel dan sapu kecil khusus buat dia.

Lalu selain lingkungan? Apalagi? Ya, kita perlu tau 'sensitive'nya dimana. Disinilah kenapa metode montessori sebaiknya dilakukan di rumah, karena kita sebagai primer caregiver bisa cepat 'menangkap' sensitifnya anak.

 Maksudnya gini, ada masanya anak akan sukaaaa banget sama 1 tema, misalnya abjad. Yaudah dari situ kita paparkan segala macam abjad. Lalu dia lagi suka transfer benda2, ya kita fasilitasi. Dia lg suka berlari, ya kita ajak ke playgroud, ke taman. Kita harus 'observe our child'.

Ya intinya sih, biarkan mereka belajar, explore, bebas terbatas, kita cukup kasih dia fasilitas untuk 'kasih makan' otaknya yg lagi berkembang itu.

Lalu apa bekal yang harus kita punya utk menciptakan itu? Pengetahuan, kepercayaan kepada anak bahwa dia bisa (jangan underestimate ke mereka, mereka punya kemampuan luar biasa loh) dan kesabaran.

Di metode montessori sendiri, segala material bisa diajarkan untuk anak usia 2th keatas. Wah, kalo gt anak 1th blm bisa dong?

Jawabannya, bisa banget. Karena sekali lg montessori adalah sebuah filosofi, kita cukup pahami prinsip2 dasarnya, maka kita bisa mendidik anak dengan pola ini bahkan dr dia baru lahir.

Tapi, kalo kamu mau menerapkan montessori ke anak, ada beberapa kebiasaan yg harus di stop.

-Jangan melabeli anak. Misal: Nakal, aktif, berisik, dll dsb. Itu akan mengganggu self esteem dia.

-Jangan banding2in anak sama yg lain.

-Jangan pake kalimat 'jangan' ke anak. Kenapa? Saat kamu bilang 'jangan' ke anak, ya kreativitasnya juga akan stop, ibaratnya dalam hati anaknya bakal bilang 'ya klo gaboleh ini, aku bolehnya ngapain dong bu?'. Jd bilang apa dong? Misal: 'jangan lari2' kita ubah jadi 'jalannya pelan2 yaa'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar