Senin, 01 Mei 2017

mazhab psikologi

Ilmu psikologi itu beragam, banyak hasil penelitiannya dan banyak mahzabnya😃

Jadi kalau saya, ambil satu yang kita yakini paling bisa diamati, kemudian lakukan untuk memperkaya variasi kita mendampingi anak-anak. Hal ini akan membuat kita memiliki laboratorium mini di rumah kita, yg secara tidak langsung menguatkan teori-teori dari berbagai ahli, atau bahkan kita bisa membuat teori unt keluarga kita sendiri based on pengalaman kita mendampingi anak-anak.

Yang bahaya itu kita sibuk dan galau dengan berbagai teori tanpa melakukan apapun untuk anak-anak kita/murid kita.

Mari kita kupas, ini hanya unt fasil saja, jgn ke member nanti pusing mereka.

Secara garis besar, ada 7 pendekatan umum dikenal dengan kerangka referensi yang berbeda dan dikembangkan juga oleh ahli yang berbeda dengan variansinya masing-masing.

1)      Pendekatan berdasarkan pada pemprosesan informasi: menentukan cara yang berbeda dalam memandang dan memproses informasi yang baru. Pendekatan ini dikembangkan oleh Kagan, Kolb, Honey dan Umford Gregorc, Butler, dan McCharty.

2)      Pendekatan berdasarkan kepribadian: menentukan tipe karakter yang berbeda-beda. Pendekatan ini dikembangkan oleh Myer-Briggs, Lawrence, Keirsey & Bartes, Simon & Byram, Singer-Loomis, Grey-Whellright, Holland,dan Geering.

3)      Pendekatan berdasarkan pada modalitas sensori: menentukan tingkat ketergantungan terhadap indera tertentu. Pendekatan ini dikembangkan oleh Bandler & Grinder, dan Messick.

4)      Pendekatan berdasarkan pada lingkungan: menentukan respon yang berbeda terhadap kondisi fisik, psikologis, sosial, dan instruksional. Pendekatan ini dikembangkan oleh Witkin dan Eison Canfield.

5)      Pendekatan berdasarkan pada interaksi sosial: menentukan cara yang berbeda dalam berhubungan dengan orang lain. Pendekatan ini dikembangkan oleh Grasha-Reichman, Perry, Mann, Furmann-Jacobs, dan Merill.

6)      Pendekatan berdasarkan pada kecerdasan: menentukan bakat yang berbeda. Pendekatan ini dikembangkan oleh Gardner dan Handy.

7)      Pendekatan berdasarkan wilayah otak: menentukan dominasi relatif dari berbagai bagian otak, misalnya otak kiri dan otak kanan. Pendekatan ini dikembangkan oleh Sperry, Bogen, Edwards, dan Herman (Adi W. Gunawan:2004:140).

Banyaknya pendekatan dalam mengklasifikasikan atau membedakan modalitas belajar disebabkan karena setiap pendekatan yang digunakan mengakses aspek yang berbeda secara kognitif. Dari berbagai pendekatan tersebut yang paling terkenal dan sering digunakan saat ini ada tiga, yaitu: pendekatan berdasarkan preferensi kognitif, profil kecerdasan, dan preferensi sensori.

1.      Pendekatan modalitas belajar berdasarkan preferensi kognitif.

pendekatan ini dikembangkan oleh Dr. Anthony Gregorc. Gregorc mengklasifikasikan gaya belajar menurut kemampuan mental menjadi 4 kategori, yaitu: gaya belajar konkret-sekuensial, gaya belajar abstrak-sekuensial, gaya belajar konkret acak, dan gaya belajar abstrak acak.

2.      Pendekatan modalitas belajar berdasarkan profil kecerdasan.

Pendekatan ini dikembangkan oleh Howard Gardner. Menurut Gardner dikutip dari buku Psikologi Pendidikan ( Robert E. Slavin) manusia mempunyai 7 kecerdasan yaitu: linguistik, logika/matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, spasial, dan kinestetik. Teori kecerdasan ganda ini mewakili definisi sifat manusia, dari perspektif kognitif, yaitu bagaimana kita melihat, bagaimana kita menyadari hal. Ini benar-benar memberikan indikasi yang sangat penting dan tidak dapat dihindari untuk orang-orang preferensi gaya belajar, serta perilaku mereka dan bekerja gaya, dan kekuatan alami mereka. Jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki seseorang (Gardner menunjukkan sebagian besar dari kita kuat dalam tiga jenis) tidak hanya menunjukkan kemampuan orang, tetapi juga cara atau metode di mana mereka lebih suka belajar dan mengembangkan kekuatan mereka dan juga untuk mengembangkan kelemahan-kelemahan mereka.

3.      Pendekatan modalitas belajar berdasarkan preferensi sensori

Penjelasan dan pemahaman Tujuh Kecerdasan Gardner dapat lebih diterangi dan diilustrasikan dengan melihat klasik kecerdasan lain dan model gaya belajar, dikenal sebagai model gaya belajar Visual-Auditory-Kinestetik, biasanya disingkat VAK. Konsep, teori dan metode pertama kali dikembangkan oleh psikolog dan spesialis mengajar seperti Fernald, Keller, Orton, Gillingham, Stillman dan Montessori, dimulai pada tahun 1920-an. Para VAK pendekatan multi-indera (preferensi sensori) untuk belajar dan mengajar ini awalnya berkaitan dengan pengajaran anak-anak menderita disleksia dan pelajar lain untuk metode pengajaran konvensional yang tidak efektif. Spesialis VAK awal diakui bahwa orang belajar dalam berbagai cara: sebagai contoh yang sangat sederhana, seorang anak yang tidak bisa dengan mudah mempelajari kata-kata dan huruf dengan membaca (visual) mungkin misalnya belajar lebih mudah dengan menelusuri bentuk huruf dengan jari mereka (kinestetik). Model gaya belajar Visual-Auditory-Kinestetik tidak menutup kecerdasan ganda Gardner, melainkan dengan model VAK memberikan perspektif yang berbeda untuk memahami dan menjelaskan pilihan seseorang atau dominan berpikir dan gaya belajar, dan kekuatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar