Minggu, 11 Juni 2017

Amar ma'ruf nahi mungkar

Amar ma'ruf nahi munkar


Amar ma'ruf nahi munkar diartikan sebagai perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat.

Amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban bagi setiap muslim.
Dasar hukumnya tertulis dalam Surat Luqman ayat 17 : " Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Apa hukumanya bila kita tidak melakukan ini?
Hukumannya adalah kita akan diberikan pemimpin yang zalim dan doa kita menjadi tertolak.
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist : Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Dzar).

Ada tiga bekal yang harus dimiliki dalam melakukan amar ma'ruf nahi mungkar sebagaimana nasihat dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yaitu :

1. Ilmu :
Imu adalah bekal pertama yang harus kita miliki sebelum melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.
Kita harus memiliki ilmu tentang mana yang baik, mana yang buruk.
Bagaimana cara memiliki ilmu? Iqro! Bacalah!
Jadikan Al Qur'an dan Hadist sebagai bacaan rujukan kita.
Mengapa? Karena di Al Qur'an dan Hadist sudah tertulis ilmu yang kebenarannya mutlak, tidak relatif.
Sehingga tidak debatable.

2. Lemah Lembut
Dalam melakukan amar ma'ruf nahi mungkar kita harus melakukannya dengan lemah lembut.
Sebagaimana sabda Nabi " Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut. Dia menyukai kelembutan dan Dia akan memberi kepada kelembutan yang tidak diberikan jika seseorang bersikap kasar.”

3. Sabar
Bagian akhir dalam melakukan amar ma'ruf nahi mungkar adalah sabar dalam menghadapi rintangan.
Menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar tentu tidak mudah.
Agak banyak gangguan yang kita hadapi.
Mulai dari cibiran, ejekan bahkan berakhir dengan bully an.

Amar ma'ruf nahi munkar dilakukan sesuai kemampuan, yaitu dengan tangan (kekuasaan) jika dia adalah penguasa/punya jabatan, dengan lisan atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada, dikatakan bahwa ini adalah selemah-lemahnya iman seorang muslim.

Sebagai seorang muslim saya akan terus berusaha melakukan amar ma'ruf nahi mungkar.
Mungkin cara yang bisa saya lakukan adalah dengan lisan.
Paling sederhana adalah menyebarkannya dikalangan orang terdekat atau menggunakan media sosial.

Lega mengetahui ini adalah kewajiban setiap muslim.
Tidak ada syarat bahwa yang boleh melakukan amar ma'ruf nahi mungkar adalah manusia yang bebas dari dosa.
Kalau itu syaratnya, maka kewajiban ini tidak akan dibebankan pada manusia, tapi pada malaikat.
Sebab hanya malaikatlah yang bebas dari dosa.

Saya harus banyak membaca dan mencari ilmu, sebagai bekal melakukan kewajiban ini.
Memperbaiki cara saya, melakukannya dengan lemah lembut.
Dan harus tahan banting dan sabar menghadapi ejekan, cibiran dan bully an dari orang-orang yang tidak sependapat dengan saya dalam melakukan kewajiban ini.

Referensi :
1. Q.S Al Luqman ayat 17.
2. www.rumayso.com



#day18
#RamadhanInspiratifChallenge
#Aksara

1 komentar: