Jumat, 30 Juni 2017

Mudik Pakai Motor Itu..

Ini adalah perjalanan mudik kelima saya.
Pasca menikah dengan suami, mudik menjadi ritual tahunan bagi saya.
Sebelumnya saya tidak pernah merasakan yang namanya mudik.
Maklum, saya orang surabaya asli yang tak punya kampung halaman.

Mudik tujuan kami adalah Kabupaten Bojonegoro.
Tempat asal orangtua suami.
Mertua memang berdomisili di Surabaya, namun setiap tahun kami selalu mudik bertemu saudara-saudara dari mertua.
Ada tiga tempat tujuan kami ketika mudik ke Bojonegoro yaitu Kedung Adem, Sukowati dan Dander.

Biasanya mudik dengan bus atau menyewa mobil.
Namun kali ini kami mencoba mudik naik motor bersama dua balita kami.
Awalnya khawatir akan keamanannya, namun bila naik kendaraan umum akan lebih merepotkan dan anak-anak menjadi lebih rewel.
Maka kami bertekad naik motor.

Banyak persiapan yang kami lakukan.
Caranya, menitipkan barang-barang kepada kakak ipar yang berangkat duluan.
Kami hanya bawa satu tas yang berisi pospak, p3k dan camilan anak-anak.
Melengakapi anak-anak dengan pakaian panjang, jilbab dan jaket.
Kakak Chacha pun memakai helm, sementara adik Aluna terlindungi dengan gendongan ergo baby yang nyaman.

Rute pertama kami adalah Kedung Adem.
Tempat asal Ibu mertua.
Jarak dari rumah kami sekitar 89 km.
Suami memilih rute berdasarkan google map.
Kami tak lewat jalur utama, lewat jalur alternatif.
Menyusuri sungai berantas dan melewati hutan jati.
Perjalanan yang seru dan menyenangkan.
Anak-anak bersemangat dan menikmati perjalanan.
Suk dengan pemandangan sekitar.
Kami berangakat pukul 13.30 WIB dan sampai pukul 16.00 WIB.
Alhamdulillah sampai tujuan dengan selamat.
Memegang kepala Aluna.
Chacha di tolong orang, bibirnya berdarah.
Saya panik nggak karuan, karena suami lama sadarnya.
Kami di tolong warga sekitar.







Setelah satu jam pasca insiden tersebut, suami mengajak melanjutkan perjalanan.
Kami pergi ke rumah sakit muhammadiyah Lamongan.
Memeriksa kondisi kami.
Aluna terluka di bagian kepala samping, luka berdarah namun darahnya sudah berhenti.
Hanya terdapat benjolan, kata dokter bila saat kejadian tidak muntah dan tidak pingsan, berarti tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Chacha bibirnya terluka dan bengkak.
Saya mengalami ringan di lutut dan keseleo tangan kanan.
Suami yang lumayan parah.
Lutut kanan sobek agak dalam, dada nya sakit terkena stir motor.
Tangan kanannya keseleo.

Setelah selesai diperiksa dan mendapat obat, kami melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah bisa sampai rumah, tepat pukul 22.30 WIB.

Pelajaran yang dapat kami ambil dari peristiwa ini adalah bagaimanapun persiapan kami, memang tidak disarankan melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor.
Apalagi dengan membawa balita.
Semoga ada rejeki bagi kami, agar bisa punya mobil sendiri.
Sehingga tahun depan bisa mudik dengan lebih seru dan menyenangkan.
Semoga..

#CatatanMudik2017
#2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar